Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:44 WIB

Alwashliyyah Menilai Janggal Rencana Musda XV KNPI Jawa Barat

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Himpunan Mahasiswa Alwashliyyah Jawa Barat menilai, rencana Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD KNPI Jawa Barat 25 Agustus 2021 di Garut banyak menyimpang dari AD/ART KNPI.

Penilaian itu disampaikan Lily dari Himpunan Mahasiswa Alwashliyyah Jawa Barat, Sabtu (21/8-2021) seraya menambahkan, proses penyelenggaraannya dimulai Juni selanjutnya rencana itu jadi 23-25 Juli 2021 karena PPKM Level 4 akhirnya direncanakan pada 25 Agustus dengan melahirkan 3 calon yaitu Ridwansyah Yusuf, Hendra Guntara dan Farda Sanberra.

Lily berpendapat, ada beberapa kejanggalan dalam proses pelaksanaannya. Pertama, Rapim yang menggunakan AD/ART hasil Kongres Jayapura dan tidak dihadiri oleh DPP, dirubahnya landasan hukum penyelengaraan Musda XV DPD KNPI Jawa Barat di rapat steering commitee (SC) yang awalnya memakai AD/ART hasil kongres Papua secara tiba-tiba diubah ke AD/ART hasil kongres Bogor.

Berikutnya, kata Lily, SK DPD KNPI Jabar sudah habis masa berlakunya di awal tahun 2021 dengan tambahan masa tenggang selama 6 bulan jatuh pada Juli. Artinya DPD KNPI Jabar hari ini tidak berhak menyelenggarakan Musda. 

Lily selanjutnya merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan DPP KNPI bernomor 987/A/DPP-KNPI/VIII/2021 tentang pemberitahuan Perpanjangan SK DPD KNPI Jawa Barat masih dalam proses dan selama SK perpanjangan belum terbit, DPD KNPI Jawa Barat tidak dapat mengeluarkan Surat Keputusan apa pun menyangkut aktivitas dan kegiatan organisasi. 

Lily mengingatkan, SK DPD KNPI Jawa Barat saat ini telah habis sejak Januari 2021 dan seharusnya pengurus memohonkan perpanjangan SK DPD KNPI Jawa Barat dulu jauh sebelumnya. Ini sangat penting dan mendasar, menjadi legitimasi segala kegiatan dan kebijakan DPD KNPI Jawa Barat saat ini. "Kita harus sama-sama menaati aturan dan ketetapan KNPI sebagai landasan berorganisasi.**

Editor : H. Eddy D