Selasa, 21 September 2021 | 17:34 WIB

Satgas Temukan Air Limbah PT Barry Callabout Keruh dan Berbusa

foto

Elly Susanto

BANDUNG, indoartnews.com ~ Berdasarkan laporan warga jalan raya Dayeuhkolot Kelurahan Pasawahan Kabupaten Bandung, PT Barry Callabaut/ Papandayan Cocoa Industries membuang air limbah yang kotor dan berbau akhirnya harus menandatangani surat pernyataan dengan Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 06 Citepus pada Jum'at (30/7-2021) untuk berkomitmen tidak buang air limbah kotor dan bau ke sungai.

Menurut Satgas Ssubsektor 06, Peltu Yahuza, laporan warga itu ditindaklanjuti dengan mendatangi pabrik coklat itu. "Kemaren kami datang tapi pengelola yang menangani IPAL pabrik coklat tidak ada di tempat. Baru pada hari ini pengelolanya bernama Risvan Rusli ada," kata Peltu Yahuza.

Dalam penandatanganan komitmen itu tampak hadir personil Satgas Subsektor 05 Serma Dadang Hermawan, beberapa anggota lainnya dan dari pabrik coklat pengelola IPAL Risvan Rusli. 

Peltu Yahuza mengungkapkan, laporan warga itu sebenarnya sudah diterima 3 hari lalu. "Pada hari ke-3 barulah beberapa anggota Satgas mendatangi pabrik dan mengecek kebenaran laporan warga dan Risvan menjelaskan masalahnya kepada Satgas," ucap Peltu Yahuza.

Risvan menjelaskan, sebenarnya tidak ada limbah B3 di pabrik ini. "Sebagai pabrik yang memroduksi makanan, tidak ada bahan kimia yang menghasilkan limbah B3. Tetapi memang bahan tepung dan lemak menjadi salah satu limbah yang perlu penanganan tersendiri," tegasnya.

Risvan berpendapat bahwa hasil temuan Satgas itu ada kemungkinan akibat ada kebocoran di salah satu instrumen boiler pabrik. "Kami akan periksa dan memperbaikinya," kata Risvan.

Ia juga menjelaskan, PT Papandayaan Cocoa Industries telah memiliki izin mengolah limbah pabriknya sendiri. "Kami merecycle limbah pabrik tapi pembuangannya harus ke komunal MCAB yang ada dekat pabrik ini," pungkas Risvan.

Peltu Yahuza berharap manajemen pabrik bisa menaati komitmen tersebut. Karena komitmen ini merupakan salah satu pembinaan. "Jika tidak bisa menaati komitmen ini kami akan menyelesaikannya lewat jalur hukum," tegas Peltu Yahuza. **

Editor : H. Eddy D