Selasa, 21 September 2021 | 18:47 WIB

Kesadaran Warga Desa Langensari Pentingnya Memakai Masker

foto

Bripka Dadang beristirahat di warung Pani'isan milik Nemden usai berkeliling memantau situasi Desa Langensari.

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Warga Desa Langensari Kec. Solokanjeruk Kab. Bandung sudah menyadari pentingnya protokol kesehatan (Prokes) dalam suasana pandemi Covid-19. Apalagi saat ini mulai berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Menurut Bripka Dadang Sudarma, Babinkamtibmas Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, hingga saat ini tidak ada yang terpapar Covid-19. Jika pun ada, kata Bripka Dadang, satu dua orang saja yang terpapar tapi tidak berat, ucapnya saat berbincang bersama indoartnews.com beberapa waktu lalu di warung Pani'isan milik Nenden.

Bripka Dadang menjelaskan, desa ini memiliki 12 RW dan ia selalu berkeliling ke kampung-kampung di desa ini bersama Babinsa Peltu Maman Arif, sebagai Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Langensari.

"Kini mereka sudah mengikuti petunjuk pemerintah tentang prokes, selalu memakai masker, mencuci tangan di air mengalir, menjaga jarak (3M). "Walau masih ada satu dua orang yang tidak memakai masker," ujarnya.

Untuk itu, sebagai gugus tugas, dalam setiap kesempatan selalu menyosialisasikan bahayanya Covid-19. Ia selalu memberi pemahaman lebih baik mencegah daripada mengobati. Contohnya, mematuhi prokes itu karena ingin corona ini segera hilang.

Memberi pemahaman tentang Covid-19 kepada warga mesti bertahap dengan ketekunan namun juga perlu memiliki kesabaran.

"Saya sendiri selalu siap dengan obat sesuai petunjuk dokter, vitamin dan juga ramuan tradisional seperti kelapa, jeruk nipis dan madu.

"Untungnya selama keliling kampung ini jika haus atau lapar singgah dulu di warung Pani'isan Ibu Nenden. Setiap hari dua kali saya selalu singgah di warung ini".

Warung Bu Nenden merupakan tempat persinggahan mereka yang olah raga bersepeda dan para anggota Satgas Citarum Harum. Apalagi lokasi warung ini menghadap sungai Citarik yang aliran airnya bersih

. Beruntungnya warung Nenden ini juga menerapkan prokes seperti tersedianya tempat cuci tangan dan hand sanitizer, memakai masker dan menjaga jarak bagi pengunjungnya dengan tersedianya 4 saung (gazebo).

Menurut Nenden, sejak ada pandemi Covid-19 warungnya sepi. Sabtu dan Minggu pun yang biasanya ramai sekarang sepi. "Pak Dadang sering ke warung saya mengontrol dan selalu memberi pemahaman bahayanya Covid-19," tukas Nenden.**