Selasa, 21 September 2021 | 18:26 WIB

Kanwil III KPPU Temukan Harga Obat dan Oksigen Naik Tinggi

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia Kantor Wilayah (Kanwil) III Bandung, Aru Armando menyebutkan di wilayah kantornya menemukan adanya kenaikan harga obat untuk yang terpapar Covid 19 dan oksigen.

Aru Armando menjelaskan hal itu pada 7 Juli 2021 atas hasil survey yang dilaksanakan instansinya terhadap apotek dan distributor gas oksigen di Bandung.

Wilayah kerja Kanwil KPPU III Bandung itu meliputi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten seraya menambahkan, dalam situasi saat ini, mencegah penyebaran Covid 19, ada orang-orang yang memanfaatkan situasi.

"Bahkan, kata Aru, untuk oksigen khususnya oksigen portable ditemukan harga dalam rentang 16 - 900% dan harga obat untuk yang terpapar Covid 19 dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 01.07/MENKES/4826/2021 tentang HET obat dalam masa pandemi Covid 19.

Contohnya, harga obat Favipirapir 200mg berkisar antara Rp. 55.000--Rp.80.000 per butir yang melebihi HET. Temuan tersebut mayoritas untuk penjualan obat dan oksigen secara online (daring). 

Menindaklanjuti itu, kata Aru Armando, instansinya berencana mengundang para pelaku usaha tersebut untuk mendapat keterangan temuan itu.

KPPU Kanwil III Bandung meminta marketplacenya tidak menjadi sarana oknum yang tidak bertanggung jawab memperoleh keuntungan eksesif di masa darurat pandemi Covid-19.

"Mayoritas temuan kami, kata Aru Armando, memang ada di marketplace dan yang cukup memprihatinkan, produk yang dijual meski sangat mahal, tetap dibeli oleh konsumen," pungkas Aru Armando.**

Editor : H. Eddy D