Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:26 WIB

Sekretaris MPPW Partai Ummat Bantah Kisruh di DPW Jabar

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Sekretaris Majelis Pengawas Partai Wilayah (MPPW) Partai Ummat Provinsi Jawa Barat, Drs. Uum Syarif Usman SI. Pol yang akrab disapa Uum membantah desas-desus kisruh dalam pembentukan struktur pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jabar.

"Alhamdulillah Partai Ummat sudah berdiri di seluruh Kabupaten Kota di Jabar. Saat ini semua sedang fokus melengkapi berkas persyaratan pendaftaran ke Kemenkumham, " kata Uum saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (15/6-2021) seraya membantah isu dengan mengatakan, yang ada itu dinamika. Semua masih normal berjalan sesuai aturan.

Di lain pihak, Prof. Dr. H. M. Yani Syafei salah seorang dari 3 Person In Charge (PIC) Partai Ummat Jabar saat dihubungi di kawasan Antapani, Selasa (15/6-2021) membenarkan banyak yang kecewa dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) DPP Partai Ummat tentang struktur Pengurus DPW Partai Ummat Jabar.

Penyebabnya, SK No. 112/01.32/SK Kep-1/DPP.PU/V/2021 yang ditandatangani Ketua Umum DPP PU Dr. Ing. H. Ridho Rahmadi S. Kom. MSc dan Sekretaris Jenderal H. Ahmad Muhajir SH. MH terbit lebih cepat dari pengajuan yang disusun secara maraton oleh PIC PU Jabar.

"Pengajuan dilakukan 7 Mei tetapi surat keputusannya struktur pengurus tanggal 29 April. SK yang turun juga tidak sesuai dengan hasil rapat yang dilakukan secara maraton pada 3 sampai 5 Mei 2021.

Prof. Yani juga memerinci terjadi perubahan nama-nama yang seharusnya ada, dihilangkan dan di delete. "Pak Danial Malik, misalnya, itu anggota TP3U. Kenapa dihilangkan. Kan dia tidak mundur. Ini sudah menyalahi aturan. Namanya sejak awal ada tapi dinyatakan keluar. Yaa aneehh," ungkapnya.

Ia menyebutkan, jika ingin dikeluarkan, seharusnya ada konfirmasi dulu. "Yang namanya di politik, tetap harus ada komunikasi. Jika komunikasinya nggak jelas, semrawutlah namanya," ungkapnya.@ Prof. Yani menerangkan, yang terbina dicoret semua. Ini artinya tagline Partai Ummat Lawan Kedzoliman, Tegakkan Keadilan, tidak pas.

"Masa di dalam koq dzolim. Harusnya tidak seperti itu. Jika mau bertarung nanti dengan lawan partai yang lain. Koq di dalam begini. Itu yang jadi masalahnya," tuturnya.

Ditanya soal desas-desus ada kader Partai Ummat Cirebon yang terindikasi pernah dipenjara karena terlibat korupsi APBD di Kota Cirebon, Prof. Yani membenarkan. "Yaa benar. Ada kader yang pernah dipenjara karena terlibat kasus APBD di Kota Cirebon," jelasnya.

Dr. Danial Malik Hadibrata Sp.Pk.MM mengatakan, tidak masalah namanya hilang dari struktur pengurus DPW PU Jabar. Dengan bijak, ia mengatakan, mungkin ini sudah jalannya.

Walau demikian, Dokter yang sudah malang melintang di dunia medis seluruh Indonesia menyayangkan PIC PU Jabar.

"Yang menyusun dan menandatangani struktur pengurus itu kan PIC. Jadi kenapa PIC tidak bertanya ke DPP soal kenapa susunan yang diajukan berubah. Seharusnya, kalau DPP mau merubah susunannya, harus bertanya dulu PIC yang menyusunnya," pungkasnya.**

Editor : H. Eddy D