Kamis, 5 Agustus 2021 | 07:26 WIB

Alam Endah Desa Wisata Libatkan RW-Masyarakat

foto

Administrator

Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat lakukan kunjungan kerja di Desa Wisata Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jumat (11/6/2021).

KAB.BANDUNG, indoartnews.com ~ Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Arif Hamid Rahman mengatakan, yang patut diapresiasi dari Desa Alam Endah Kec. Rancabali Kab. Bandung, karena kawasan wisata alam itu memiliki satu wadah tempat usaha. Para pengurus RW dan masyarakat dilibatkan untuk menumbuhkan sektor perekonomian.

Apresiasi anggota Komisi I DPRD Jabar itu dikemukakan saat peninjauan di Desa Wisata Alam Endah pada Jum:at (11/6-2021). 

Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Komisi I itu, karena telah "dinobatkan" sebagai Desa Mandiri, tentu program dari Pemerintah Provinsi Jabar harus terdapat pada desa tersebut, antara lain program mobil Maskara yang dapat difungsikan guna mempromosikan wisata Alam Endah.

"Misalnya, kata Arif, desa ini sudah mandiri ditambah dengan adanya Maskara akan menambah daya tarik sebagai media promosi".

Ia berpendapat, untuk ukuran Desa Mandiri seperti Desa Alam Endah, sudah cukup luar biasa dalam pengelolaan keuangan yang mencapai Ro. 1,1 miliar per tahun dan memberikan kontribusi pendapatan asli desa (PADes) sebesar Rp. 100 jutaan.

"Artinya, kata Arif, hal ini merupakan signal positif untuk upaya Pemerintah Daerah atau Provinsi dan Pusat dapat memberikan perhatian sehingga Desa Wisata Alam Sari dinobatkan menjadi desa mandiri. Untuk itu, peran sert keterlibatan dan dorongan pemerintah sangat penting untuk kemajuan desa ini".

Ia berharap, Pemerintah dapat mendorong pembangunan desa secara merata dengan memberikan gambaran kepada desa-desa yang belum memiliki lahan dan memberikan masukan-masukan sehingga perekonomian di desa tersebut bisa tumbuh.

Salah satunya, kata Arif, seperti yang telah dilakukan Desa Alam Endah dengan memanfaatkan lahan kawasan wisata dan berkolaborasi dengan pemerintah melalui Bumdes sehingga secara mutlak desa tersebut memiliki tempat usaha yang berasal dari sektor wisata.

Ia pun mendorong desa-desa di Jabar dapat mengikuti jejak Desa Wisata Alam Endah mencari peluang usaha bidang lain. Contohnya, seperti salah satu desa di Subang yang memanfaatkannya untuk memroduksi arang untuk berbagai kebutuhan.

"Intinya, kata Arif, setiap desa harus jeli mencari peluang usaha untuk kemudian dikelola melalui Bumdes," pungkas Arif.**

Editor : H. Eddy D