Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:29 WIB

Akibat Refocusing Anggaran Angka Kemantapan Jalan Menurun

foto

Kunjungan Kerja Komisi IV dalam rangka monitoring kegiatan tahun anggaran 2021. (Humas DPRD Jabar)

KAB.TASIKMALAYA, indoartnews.com ~Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady mengatakan, angka kemantapan jalan berada di bawah 80%. Ini terjadi akibat adanya refocusing anggaran di tahun 2020 hingga 5 kali dan revisi target-target Indikator Kinerja Utama (IKU) di dalam RPJMD.

Daddy mengemukakan hal ini saat Komisi IV DPRD Jawa Barat memonitor kegiatan tahun anggaran 2021 dan rencana kegiatan tahun anggaran 2022 di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V Dinas Bina Marga Jawa Barat, Kamis (3/6-2021).

Daddy mengatakan, kunjungan kerja ini dilakukan guna memantau angka kemantapan jalan di setiap UPTD Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Kontribusi dari setiap UPTD akan menggambarkan secara keseluruhan jalan di Jabar.

"Kami ingin mengetahui berapa angka kemantapan di UPTD ini. Karena, biar bagaimana pun kontribusi dari tiap UPTD menggambarkan secara keseluruhan angka kemantapan jalan di Jabar, " terang Daddy.

Ia memberi kepastian jika tahun 2020 ada refocusing sampai 5 kali kemudian ada revisi target-target IKU di dalam RPJMD otomatis juga merevisi target-target IKD. Ini dari awal, tingkat kemantapan jalan itu 95 turun ke 92 dan sekarang turun lagi ke 88% dan mereka sendiri tidak yakin sampai ke angka 80. Artinya, ada pekerjaan rumah yang begitu besar untuk meningkatkan rehabilitasi jalan-jalan di Jabar, tambah Daddy.

Ia menegaskan, Komisi IV consern pada target RPJMD untuk mencapai angka yang telah ditetapkan dalam RPJMD yaitu angka 88% angka kemantapan jalan yang konsekuensinya pada dukungan anggaran untuk rehabilitasi dan pemeliharaan jalan.

"Saya kira itu pointnya. Jadi PR untuk kawan-kawan di Komisi IV sebagai Badan Anggaran untuk memperjuangkan jangan sampai angka kemantapan jalan di bawah 80," pungkas Daddy Rohanady.**

Editor : H. Eddy D