Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:22 WIB

Banjir Musiman di Desa Lengkong Perlu Ditangani Berbagai Pihak

foto

Ken Zanindha

Kepala Desa Lengkong Kec. Buahbatu Kab. Bandung, Agus Salam Rahmat

BANDUNG, indoartnews.com ~ Banjir musiman yang terjadi setiap musim hujan dengan airnya yang deras dan kencang perlu ditangani berbagai pihak. Tidak hanya oleh Pemerintah Desa saja.

Penegasan itu dikemukakan Kepala Desa Lengkong Kec. Buahbatu Kab. Bandung, Agus Salam Rahmat saat wawancara dengan "indoartnews.com" di ruang kerjanya, Rabu (2/6-2021).

Pernyataannya ini ia kemukakan sehubungan banjir yang deras dan kencang ini terjadi 2 sampai 4 kali. Seperti halnya yang terjadi pada Ahad (30/5-2021). Banjir ini setinggi 1,5 meter di Kp/Desa Lengkong.

Sebab, banjir yang deras dan kencang ini bisa membahayakan jiwa manusia. "Jangankan anak-anak, orang dewasa pun bisa terbawa hanyut demikian pula benda-benda yang di luar rumah juga bisa terbawa hanyut," tegas Kepala Desa Lengkong tersebut.

Kades Lengkong berharap banjir musiman di daerahnya jika dibiarkan kondisinya seperti itu, kemungkinan akan menjadi bencana banjir permanen.

Untuk itu selaku Kepala Desa, meminta perhatian pula dari pihak berwenang seperti BBWS dan PSDA untuk bisa menghindari bencana ini. "Kami sendiri semula mau membuat perbentengan sepanjang bantaran sungai tapi itu kewenangan BBWS," ucap Kades Agus.

Permasalahan lain, katanya, soal perumahan Podomoro. Pihaknya sudah melayangkan protes kepada Dinas Lingkungan Hidup dan PUTR sehingga disikapi oleh Dinas PUTR untuk melakukan mitigasi persoalan di dalam. Karena setelah dicek, pembuangan dari Podomoro tidak bisa diijinkan.

Ini karena yang dibangun perumahan itu asalnya pesawahan. Perubahan itu, kata Agus Rahmat, tidak bisa diintervensi hanya oleh Pemerintahan Desa saja melainkan harus bersama-sama Pemerintah Kabupaten dan Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) dan harus dibuatkan desainnya karena mereka memiliki ahli di antaranya cara menghitung debit air.

Menurut Agus Rahmat, banjir di Lengkong tidak permanen. Tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat bisa saja terjadi di Lengkong inj jadi banjir permanen.

Mengenai banjir musiman ini, katanya, masyarakat berharap banjirnya jangan sampai airnya masuk rumah sebagaimana dialaminya dalam beberapa musim.

"Kami sendiri dari Pemerintahan tidak ingin ada jatuh korban jiwa lagi dan harus diantisipasi. Untuk itu perlu peninggian bantaran," pungkas Agus.**

Editor : H.Eddy D