Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:16 WIB

Komunitas Passer Rancaekek Bareng Sektor 21 Ingin Bangun Ekonomi Cikeruh

foto

Elly Susanto

Sungai Cikeruh di Kp. Sukarame, Desa Cileunyi, Kulon Kec. Cileunyi Kab. Bandung.

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Relawan Komunitas Passer (Pasukan Susur Sungai dan Ekosistem Rancaekek) yang membersihkan sungai Cikeruh bersama Satgas Sektor 21 Citarum Harum Subsektor 02 Cileunyi tetap akan mengawasi sungai Cikeruh dan lingkungannya tetap bersih.

Aktivitas dan rencana komunitas Passer ini ingin bersama Satgas dikemukakan kepada indoartnews.com saat pembersihan sampah yang menyangkut di pintu air Cikeruh pada 25 Mei 2021.

Rencana ini dikemukakan Dian Rusmanaputra dari Komunitas Passer yang menguasai sungai Cikijing, Cikeruh dan sungai Cimande saat membersihkan Pintu Air Cikeruh dipimpin Satgas Subsektor 02 Cileunyi, berencana menghidupkan ekonomi masyarakat di daerah ini.

"Mudah-mudahan rencana Passer ini segera dapat terealisasi dengan membangun ekonomi, di antaranya dengan membangun semacam pujasera dalam upaya membangun wisata air dengan menyediakan perahu karet, body rafting, perahu kayak.

Rencana membangun wisata air ini, kata Dian, bakal bekerjasama dengan beberapa cabang olahraga di Kab. Bandung dan diramaikan dengan didirikannya pujasera yang dikelola Passer bareng Satgas.

Berbicara tentang pentingnya sungai dan lingkungan sekitarnya menurut Dian sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tetap dilaksanakan Satgas bersama komunitas Passer yang diketuai Andri, bareng dengan teman-teman Pramuka, Karang Taruna Kecamatan sebagai motor penggerak relawan.

Dian menyebutkan, pembersihan sampah kali ini perbatasan Tegalluar dengan Tegalsumedang yang jaraknya dari hulu sekitar 6,3 km. Hulunya ada di Cikuda Kab. Sumedang. Kesananya lagi memang ada hulu. "Cuma hulu Cikeruh mah di Cikuda," ujar Dian.

Dian juga menjelaskan kedalaman sungai kanan-kirinya sekitar 1,5 meter. Jika lagi over topping sampai 2 meter. Tengahnya 4 meter, lebar 6 sampai 8 meter dan di pintu air lebarnya sekitar 14 meter. "Ya seperti punggung kuya lah," kata Dian pula.

Ia menjelaskan pembersihan sampah di sini menggunakan perahu karet untuk mengangkat material yang berat dan sulit dijangkau. "Anggota kami ada 20 orang, yang aktif sekarang 14 orang sebagai relawan dan 6 lagi sibuk dengan kegiatannya masing-masing. "Kan kita mah nggak dibayar, ikhlas koq," tegasnya.

Selain pembersihan sungai, Passer pun bersama Satgas Citarum Harum, Pelda Bernando dan personil lainnya membabad rumput di bantarannya. "Kami juga menjaga lahan kosong yang oleh PU disebut "oxbow" kami juga menjaganya jangan sampai ada masyarakat yang mendirikan bangunan dan bersama Satgas, kita berencana membuat saung pantau dan saung edukasi berbarengan dengan memanfaat area sungai sebagai ekowisata air.**

Editor : H. Eddy D