Kamis, 17 Juni 2021 | 06:03 WIB

Dansektor 21 Bersama Relawan Eco Enzime Tinjau Lokasi Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

foto

Elly Susanto

Sodetan sungai Cisangkuy di kampung Cireungit Banjaran akan dijadikan tempat peringatan Hari Lingkungan Sedunia, kolaborasi Sektor 21 Citarum Harum bersama Relawan Eco Enzime pada 5 Mei mendatang.

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Dansektor 21 Kol. Arm. Nursamsudin bersama Satgas Subsektor 07 Cisangkuy dan beberapa relawan Eco Enzyme meninjau lokasi untuk peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni mendatang di sodetan sungai Cisangkuy.

Kepada awak media Kolonel Nursamsudin menjelaskan, untuk perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, telah menetapkan tempatnya di jembatan Cireungit di Kec. Banjaran Kab. Bandung.

"Area ini sangat tepat karena berada di tempat lambang sodetan sungai Cisangkuy," ucap Dansektor 21 Kolonel Nursamsudin saat meninjau lokasinya pada Kamis (17/5-2021).

Dalam peninjauan itu, Dansektor 21 Citarum Harum didampingi Satgas Subsektor 07 Serka Ridwan, Satgas Subsektor 08 Ciranjeng Sertu Syamsudin serta tim relawan Eco Enzyme yang dipimpin Doddy.

Terkait dengan perayaan ini Dansektor 21 juga memaparkan, pihaknya bersama para relawan Eco Enzyme akan menabur sekitar 1.500 liter cairan Eco Enzyme ke aliran sungai sodetan Cisangkuy.

"Eco Enzyme ini, kata Dansektor 21, cairan yang sangat bermanfaat untuk mengurai kotoran di dalam air karena mengandung mikroba baik. Saya berharap dengan acara ini masyarakat akan tergugah dan bisa menerapkan pola hidup bersih dan peduli lingkungan," papar Kolonel Nursamsudin, Kamis (27/5/2021) dan menambahkan acara semacam ini mungkin yang pertama di dunia.

Dansektor sendiri berharap acara ini akan menjadi pemicu kesadaran masyarakat akan pentingnya air yang bersih di sungai.

"Mari kita pelihara kebersihan air sungai dan semoga dengan acara ini masyarakat mulai melakukan tindakan positif dan mau berkontribusi demi kelangsungan ekosistem lingkungan hidup terutama di sungai," pungkasnya.

Doddy selaku Koordinator relawan Eco Enzyme menjelaskan, penebaran cairan Eco Enzyme ini salah satu upayanya agar warga mulai peduli dengan lingkungan sekitar.

Karena cairan ini, katanya, memanfaatkan sampah yang dibuang oleh masyarakat. Bisa dibuat oleh siapa pun. Karena bahannya adalah limbah yang ada di lingkungan rumah seperti kulit buah-buahan atau sayuran yang sudah dibuang.

"Eco Enzyme merupakan solusi terbaik untuk menjaga lingkungan tetap bersih, bisa juga diterapkan untuk kebutuhan tubuh kita" ungkapnya.

Ia pun memberi contoh, mikroba baik yang ada dalam cairan Eco Enzyme mampu menguraikan mikroba-mikroba buruk yang ada di dalam air kotor dan menjadikan mikroba itu menjadi pembersih air, ucap Doddy.**

Editor : H. Eddy D