Kamis, 5 Agustus 2021 | 07:24 WIB

Satgas Subsektor 02 Bareng Passer Bersihkan Tumpukan Sampah di Pintu Air Cikeruh

foto

Ken Zanindha

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Satgas Subsektor 02 Cileunyi berpatroli terkait meluapnya aliran sungai Cikeruh akibat banjir kiriman dari daerah Sumedang sehingga sampah pun menumpuk di jembatan Muara Sungai Cikeruh pintu air Kp. Sukarame.

Melihat kondisi aliran sungai yang langsung menuju Citarik sedikit agak terhambat. Untuk itu Satgas Subsektor 02 berkoordinasi dengan aparat desa, warga sekitar dan komunitas Paser Rancaekek.

Keesokan harinya, mereka ikut karya bakti mengangkat sampah yang menumpuk di pintu air.

Sementara Satgas Subsektor 02 Cileunyi, Pelda Bernando Cavio menyatakan, hari Selasa (25/5-2021) Satgas bersama Komunitas Passer mengangkat sampah di pintu air sungai Cikeruh yang viral di medsos banyak sampah yang terbawa arus air akibat curah hujan yang lebat.

Menurut Pelda Bernando, tumpukan sampah sepanjang 30 meter itu kebanyakan kiriman dari Sumedang itu segera dibereskan. Sedangkan sampah hasil pembersihan sehari sebelumnya itu terbawa arus air akibat semalaman diguyur hujan lebat. "Kita bereskan sisanya yang lumayan masih banyak juga termasuk yang nyangkut di pinggir sungai seperti kasur, kayu-kayu, ranting dan sampah lainnya.

Ditegaskannya, Satgas Subsektor 02 dalam membina warga menyangkut kebersihan lingkungan dan sungai mendapat dukungan warga dan aparatnya antusias mendatangi lokasi dan ikut terjun pula ke lapangan.

Untuk itu, ia berterima kasih atas kehadiran Camat Rancaekek Baban Banjar, anggota Komisi B DPRD Kab. Bandung Yayat Sudayat yang akrab disapa Bah Yayat, Plt. Kades Rancaekek Kulon Wawan, tokoh-tokoh masyarakat, komunitas Paser, Pembina Pramuka Kwartir Ranting Rancaekek Supariana untuk kerjasama mewujudkan Citarum Harum bersih.

Pelda Bernando memberi gambaran, sungai Cikeruh melewati 7 desa masing-masing desa Bojongloa, Rancaekek Wetan, Rancaekek Kulon, Cileunyi Wetan, Cileunyi Kulon, Tegalsumedang dan desa Cibiru Hilir. Dari ke-7 desa itu 4 desa masuk Kec. Rancaekek dan 3 desa masuk Kec. Cileunyi. "Jadi, kata Pelda Bernando, aliran sungai Cikeruh milik kita bersama dan melibatkan 2 Kecamatan.

Mengenai lebar sungai, katanya, tidak sama. Di pintu air, lebarnya 14 meter, di sebelum pintu air lebarnya 6 meter dengan kedalaman 3 sampai 4 meter dan sisi kanannya 2 meter.

Sungai ini baru dinormalisasikan. Pemeliharaannya masih tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). "Jika kita sebagai pengawas, sebagai pengontrol, nantinya kerjasama dengan BBWS. Masalahnya, masih dalam pemeliharaan sungai, khususnya Cikeruh ini.**

Editor : H. Eddy D