Minggu, 9 Mei 2021 | 03:11 WIB

Komisi IV DPRD Jabar Dorong Perbaikan Daerah Irigasi Sentig

foto

Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung kondisi Irigasi di Wilayah UPTD Cimanuk - Cisanggarung, Selasa, 13 April 2021. (Foto: Farhat Mumtaz/Humas DPRD Jabar).

KAB. SUMEDANG, indoartnews.com ~ Komisi IV DPRD Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) perbaikan daerah irigasi Wilayah UPTD Cimanuk-Cisanggarung untuk mengantisipasi pergerakan tanah yang bisa menyebabkan terputusnya aliran irigasi ke 270 hektar persawahan di Kec. Cisarua akibat irigasi ini tidak berfungsi.

Harapan itu disampaikan anggota Komisi IV DPRD Jabar, Jajang Rohana seusai meninjau Daerah Irigasi Sentig di Kec. Cisarua Kab. Sumedang, Selasa (13/4-2021).

Menurut Jajang, irigasi itu dibangun pada tahun 1972 hingga perlu adanya perbaikan karena dapat menyebabkan terputusnya aliran irigasi ke 270 hektar pesawahan di Kec. Cisarua.

Komisi, katanya, sudah berkoordinasi dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) butuh dana Rp. 13 miliar untuk Sentig ini yang diharapkan bisa terealisasi pada perencanaan tahun 2022.

Pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Jabar yang meninjau irigasi itu menyebutkan, APBD Provinsi Jawa Barat itu sekitar Rp. 40 triliun sehingga pembangunan infrastruktur pertanian bisa teratasi.

Menurut Jajang Rohana, pembangunan infrastruktur pertanian yang salah satunya pembangunan irigasi, ke 2 irigasi itu terairi. "Insya Allah petani bisa menanam dalam setahun 3 kali. Tetapi kenyataannya sawah-sawah tidak ditanami karena tidak terairi," tambah Jajang.

Jajang menegaskan, dorongan dan dukungan Komisi IV dalam pembangunan irigasi ini, mendorong TAPD mengutamakan dulu alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian.

Jajang menjelaskan, ada ribuan warga yang bergantung kepada irigasi ini. Padahal hanya butuh Rp. 13 miliar. Tapi untuk wilayah Sentig Kanan ini lebih luas lagi dan bisa mengairi 800 Ha yang membutuhkan dana Rp. 86 miliar.

"Mudah-mudahan Pemerintah Pusat juga bisa mengucurkan DAKnya ke irigasi ini sehingga irigasi ini bisa berfungsi kembali," pungkas Jajang.**

EditorH. Eddy D