Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:32 WIB

BPSDM Sah Ditunjuk Menjadi Corporate University Kemendagri

foto

Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat saat meninjau aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang juga ditunjuk sebagai Corporate University, Senin, 12 April 2021. (Foto : Tri Angga/Humas DPRD Jabar).

KOTA CIMAHI, indoartnews.com ~ Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mengapresiasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) sah ditunjuk menjadi Corporate University dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Revolusi Birokrasi (PAN RB). Selain itu juga diberi mandat sebagai penanganan dan penanggulangan selama masa pandemi Covid-19.

Penegasan Komisi I DPRD Jabar itu, juga mengapresiasi penunjukan BPSDM menjadi Corporate University karena merupakan salah satu aset Pemprov Jabar.

Ketua Komisi I DPRD Jabar, Bedi Budiman mengatakan, ada 2 poin dalam kunjungan Komisi I ini ke BPSDM. Pertama, mengenai aset dan ke-2 materi pengajarannya.

Ia menekankan, aset BPSDM saat ini dalam tahap transisi pada kondisi normal. Untuk itu perlu persiapan dalam mengembalikan fungsi BPSDM sebagai lembaga pelatihan dan sebagai Corporate University.

"Aset BPSDM juga digunakan membantu penanganan Covid-19 sekarang harus dipersiapkan masa transisinya seperti apa sehingga fungsi BPSDM kembali normal sebagai lembaga pelatihan," ucap Bedi di BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Senin (12/4-2021).

Materi pengajaran di BPSDM dengan sasaran seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jabar. ASN merupakan aparatur negara, soft skill yang harus dimiliki sebelum hard skill dan soft skill lainnya bahwa ASN dapat menjamin republik ini tetap tegak berdiri seperti halnya TNI dan Polri.

Bedi menjelaskan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang menempatkan sumber daya manusia dan BPSDM pelatihnya harus menjadi satu rangkaian meski ada satu misi Gubernur yang mengusung Jabar Juara yang harus ditopang oleh peran birokrasi dan para ASN.

Menurut Bedi, peran anggota DPRD Jabar juga harus bisa melihat situasi kebutuhan adanya soft skill dan hard skill yang ada di ASN.**

Editor : H. Eddy D