Minggu, 9 Mei 2021 | 01:27 WIB

PT MUJ Meski di Tengah Pandemi Sudah Menorehkan PAD di Jabar

foto

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Cucu Sugyati Memberikan Sambutan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT. Migas Hulu Jabar di Hotel Intercontinental Bandung Dago Pakar, Selasa (23/3/2021). (Foto : Tri Angga P/Humas DPRD Jabar).

BANDUNG, indoartnews.com ~ PT Migas Hulu Jabar (MUJ), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, walau di masa pandemi Covid 19 telah memberikan deviden Rp. 45,8 miliar dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Karena itu DPRD Provinsi Jabar mengapresiasi pencapaiannya.

Ketua Komisi III DPRD Jabar, Cucu Sugyati menjelaskan hal itu usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT MUJ di Intercontinental Hotel Kab. Bandung, Selasa (23/3-2021).

Menurut Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Golkar itu PT MUJ telah mampu memberi perkembangan positif pada setiap tahun meski di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 tetap masih bertahan.

Bahkan, kata Cucu Sugyati, dengan hasil deviden itu PT MUJ sudah menorehkan kontribusi PAD yang dapat meningkatkan pembangunan di Jabar. "Saat ini kita tidak bisa hanya mengandalkan penghasilan pajak dan lainnya," ucap Cucu Sugyati.

Pihaknya berharap BUMD lainnya bisa memberikan deviden yang besar untuk Jawa Barat dan membantu pertumbuhan pembangunan Jabar.

Pihaknya juga akan melihat potensi BUMD yang layak disupport termasuk hal-hal yang dibutuhkan BUMD di bidang regulasi, penganggaran, pengawasan sesuai dengan tugas dan fungsi DPRD.

"Khususnya dalam hal regulasi, sebagai anggota Dewan kewenangan regulasi ini tentunya harus mengacu kepada perundangan dan peraturan yang berlaku agar sinergis dengan target yang akan dicapai," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Cucu pun mendorong PT MUJ untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas melalui pendekatan teknologi.

Dengan upaya itu, Cucu berharap berdampak pada kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Jabar sehingga kesejahteraan dan kemajuan masyarakat dapat bangkit, khususnya di tengah pandemi Covid 19. Langkahnya, bagaimana PT MUJ memaksimalkan pengelolaannya.

"Jika mampu menghadirkan teknologi dari APBD, mungkin saja kita bisa memberikan penyertaan modal secara optimal untuk teknologi tersebut," katanya.

Saat ini, kata Cucu, ada beberapa prioritas yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam refocusing penganggaran, khususnya di bidang kesehatan.**

Editor : H. Eddy D