Minggu, 18 April 2021 | 22:19 WIB

Satgas Sektor 21 Subsektor 04 Cidurian Edukasi Warga Kelola Sampah

foto

Elly Susanto

Satgas Subsektor 04 Cidurian, Pelda Yahuza bersama warga kampung Rancaoray Dino Saefudin saat kegiatan di sungai Cidurian, Rabu (24/2).

BANDUNG, indoartnews.com ~ Satgas Subsektor 4 Cipamokolan tetap berkolaborasi dengan warga dalam kebersihan lingkungan dan sungai Cidurian sepanjang 3 km dengan lebar 30 meter.

Menurut Satgas Subsektor 4 Cipamokolan, Pelda Yahuza, dalam kolaborasi itu juga melibatkan Gober sebagai wakil warga dalam membersihkan sungai satu-satunya di desa Buahbatu Kec. Bojongsoang ini.

Penjelasannya ini disampaikan Pelda Yahuza kepada awak media saat ada pembersihan sungai di Kp. Rancaoray, Rabu (24/2-2021).

Dalam pengelolaan sampah, katanya, oleh petugasnya diambil ke rumah-rumah warga menggunakan roda sampah kemudian dipilah-pilah oleh petugas. Sampah non organik dikumpulkan lalu dijual dan hasilnya juga untuk kesejahteraan petugas pengambil sampah. Sampah organik dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan selanjutnya diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan.

Satgas yang berkolaborasi dengan warga membersihkan sampah di sungai juga melestarikan bantaran sungai dengan menanam pohon keras dan tanaman buah-buahan dan sayur mayur di sekitar bantaran sungai.

Mengenai kepedulian warga terhadap sampah, kata Pelda Yahuza sudah banyak yang peduli walau masih ada yang membuang sampah di bantarannya karena mereka ogah membayar iuran dan tidak mau menitipkan sampah kepada petugas. Karena dari uang iuran itu digunakan untuk membayar petuga sampah. "Perkiraan saya, mereka itulah yang membuang sampah di bantaran.

"Untuk mengingatkan warga kami sengaja memasang plang peringatan di jembatan sungai Cidurian sebagai tempat lalulintasnya warga Komplek GBI dan di sana pun ada komplek Buana Indah Regency," ucap Pelda Yahuza.

Hingga saat ini, katanya, pihaknya belum menerapkan sanksi jika ada warga yang ketahuan membuang sampah di bantaran. "Untuk itu saya akan berkoordinasi dengan perangkat desa untuk mengatasi pembuang sampah di bantaran tersebut," pungkas Pelda Yahuza.**

Editor : H. Eddy D