Sabtu, 4 Juli 2020 | 10:09 WIB

Komisi II DPRD Jabar Minta Kepala Daerah Harus Perhatikan Perekonomian Masyarakat Saat PSBB

foto

Administrator

BANDUNG, indoartnews.com ~ Sejak merebaknya pandemi Covid-19, sektor ekonomi masyarakat mengalami pelemahan yang cukup drastis. Untuk itulah, Ketua Komisi II DPRD Jabar H.Rahmat Hidayat Djati meminta kepada seluruh kepala daerah mulai dari Gubernur, para Bupati dan walikota se-Jabar untuk juga memperhatikan juga sektor perekonomian masyarakat.

“ Imbas terbesar dan sangat dirasakan masyarakat dari pandami covid-19 adalah melemahkan perekonomian. Untuk itu, dengan telah diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Jabar, sudah seharusnya kepala daerah kab/kota tetap memperhatikan perekonomian masyarakat”.
Permintaan Ketua Komisi II DPRD Jabar yang membidangi Perekonomian ini disampaikan karena, bukan hanya rapid test kesehatan yang dibutuhkan masyarakat, tetapi juga rapid test perkonomian juga harus tetap terjaga,” kata Rahmat Hidayat Djati kepada wartawan, Minggu (10/5-2020).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa mencontohkan, salah satu contoh roda ekonomi masyarakat yang harus tetap diperhatikan selama pemberlakuan PSBB adalah sektor KUKM.

“KUKM dan para pedagang kecil yang sangat butuh diperhatikan baik berupa bantuan langsung maupun bantuan kebijakan,” ungkapnya.

Politisi PKB ini juga mengatakan, imbauan ini harus terus diutarakannya karena virus corona tidak hanya telah menyebabkan emergency kesehatan, tapi juga masuk pada fase emergency ekonomi.

Agar roda ekonomi KUKM bisa terus berputar di masa pandemi corona ini, kepala daerah disarankan meminta semua pengelola pasar dan mall di kabupaten kota untuk memberikan toleransi atau keringan tunggakan baik dalam hal sewa lapak maupun pembayaran listrik.

“Karena corona telah menyebabkan omset mereka anjlok,” katanya.

Rahmat mengatakan hal demikian karena banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait kehidupan usaha dimasa pandemi corona seperti sekarang ini.

“Dua hari yang lalu saya kedatangan komunitas para pedagang di pasar dan mall mengeluhkan kerugian akibat Covid-19 untuknya mereka meminta pengelola pasar maupun mall supaya memberikan toleransi tunggakan pembayaran sewa lapak maupun listrik,” tandasnya.