Selasa, 26 Mei 2020 | 04:39 WIB

Warga Desa Buahbatu Mengapresiasi Respon Cepat Dansektor 21

foto

Ken Zanindha

BANDUNG, indoartnews.com ~ Warga Desa Buahbatu yang sering kebanjiran dengan meluapnya sungai Cidurian di kala musim hujan, menurut Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), Hermana, akibat penebalan sedimen (lumpur tanah) sungai itu.

Hermana mengemukakan, Cidurian yang panjangnya 3 km, lebar 15 meter dengan kedalaman 6 meter, sedimentasi sudah setebal 5,5 meter sehingga jika terjadi curah hujan air yang mengalir cuma kedalaman 0,5 meter.

Akibat tebalnya sedimentasi, kelebihan curah hujan membanjiri perumahan warga Desa. "Sudah 4 tahun kami selalu kebanjiran akibat penebalan sedimentasi sungai. Hampir kami putus asa dan berencana akan swadaya dan telah melaporkannya kepada Kepala Desa," cetus Hermana.

Di saat kondisi seperti itu, setelah banjir hari Minggu, pada hari Kamis, 4 hari kemudian hadir Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat untuk sosialisasi ke Subsektor 04 dan meninjau sungai Cidurian.

Dansektor 21 pun kaget, sedimentasi setebal itu dan itulah yang menyebabkan timbulnya banjir." Saat itu pula, Dansektor berencana mengeruk sedimen di Cidurian," ujar Hermana.

Ia mengemukakan, pihaknya bersama warga sejak awal tetap peduli dengan program Citarum Harum mengingat program itu juga untuk kepentingan masyarakat. Pertama untuk menghindari bencana banjir dan memelihara lingkungan agar terpelihara kebersihannya.

Mengenai tanggul yang dibangun oleh petani untuk pengairan sawahnya dan telah dibongkar dalam menormalisasi sungai Cidurian, Hermana berharap ada penggantinya.

Misalnya, ucapnya, dengan memberi solusi kepada petani untuk membangun saluran air dengan pipa paralon guna airi sawahnya.**