Minggu, 29 Maret 2020 | 01:17 WIB

Sering Akibatkan Banjir, Sedimentasi Sungai Cidurian Segera Dikeruk

foto

Ken Zanindha

BANDUNG, indoartnees.com ~Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat meninjau Sungai Cidurian di wilayah Sektor 21 Subsektor 04 Desa Buahbatu Kabupaten Bandung, Rabu (27/2). 

Kedatangan Dansektor 21 ke Sungai Cidurian guna menindaklanjuti laporkan masyarakat jika musim hujan sering menimbulkan bencana banjir ke perkampungan.

“Sedimentasi di Sungai Cidurian ketebalannya mencapai 5 meter, untuk itulah sungai itu harus dikeruk menggunakan alat berat becko dan 7 dumptruck pengangkut dan perlu kesiapan masyarakat menyediakan lahan untuk tempat penampungan sedimen,” kata Kol.Yusep.

Lanjut Kol.Yusep, pihaknya perlu koordinasi dengan Kepala Desa Buahbatu Asep Supriatna dan Dirut PT. General Sinergi Prima, Ariansyah Eka Saputra bersama warga desa dan RW, RTnya.

“Seharusnya kedalaman sungai yang panjangnya 3 Km, lebar 15 meter ini, sehsrusnya 6 meter tapi ternyata kedalaman tinggsl setengah meter saja. Kasusnya sama dengan sungai Citepus,” ungkap Kol. Yusep.

Banyaknya tanggul untuk penyaluran air ke sawah-sawah milik masyarakat juga menjadi salah satu faktor terjadinya banjir, sedangkan tanggul-tanggul itu ilegal dan ini perlu ada pemecahan masalahnya.

Sementara Kepala Desa Buahbatu, Asep Supriatna dalam pertemuan itu menyatakan sangat bergembira karena bencana banjir di daerahnya yang selalu muncul saat musim hujan, diprediksi tidak akan terjadi lagi.

“Saya berterima kasih kepada Dansektor 21 Kolonel Yusep yang penuh perhatian terhadap penderitaan warga Desa yang selalu terdampak banjir hingga membahas penanggulamnya,” ujar Asep. 

Asep mengaku Kades sudah mengajukan usul kepada pemerintah tentang upaya-upaya penanggulangan bencana banjir, tetapi katanya hingga hari ini, usulan itu belun juga ada balasan. 

“Saya pun selalu wanti-wanti kepada masyarakat untuk memelihara sunga ini, malah warga banyak yang membuat tanggul-tanggul secara ilegal demi kepentingan sawah mereka,” ucap Asep. Ikut meninjau Sungai Cidurian bersama Dansektor 21, Ardiansyah Eka Saputra pemilik Bintang Artha Residence mengatakan tugas ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Saya juga mempunyai tanggung jawab untuk mengamankan warga-warga di perumahan Bintang Artha Residence dekat dari sungai Cidurian,” ungkap Ardiansyah.

Meskipun Bintang Artha Residence sampai saat ini belum terkena banjir, namun ia khawatir dengan jebolnya dinding-dinding penahan air Sungai Cidurian, karena saat level air tinggi bisa mencapai setinggi atap.

“Hampir tiga tahun tidak pernah ada pemerintah hadir disini, maka dari itu saya sangat mengapresiasi saat Dansektor 21 hadir. Saya pikir kalau energi ini bisa dikumpulkan akan jadi gsangat positif, Jadi para pengusaha harus ikut berkontribusi,” tutup Ardiansyah.**