Minggu, 29 Maret 2020 | 00:47 WIB

Kol Yusep Sudrajat ; Pangdam III Minta Semua Sektor Membangun Pembibitan Pohon

foto

Ken Zanindha

CIMAHI, indoartnews.com ~ Untuk menanggulangi lahan kritis, khususnya di Jawa Barat, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto SIP,MM,QIA meminta kepada seluruh Sektor Satgas Citarum Harum membangun lahan pembibitan tanaman keras.

Penegasan Pangdam itu disampaikan Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat kepada awak media di Posko Pembibitan Kp. Cimenteng Kel. Cipageran Kec. Cimahi Utara, Kamis (13/2-2020).

Pembangunan pembibitan tanaman keras ini dilaksanakan karena saat ini susah mencari bibit. Karena itu, dengan pembangunan pembibitan aka menjadi akses mendapatkan bibit.

Dansektor 21 sendiri juga sependapat dengan Pangdam dan untuk itu Sektornya mendapatkan lahan di Kp. Cimenteng seluas 5 Ha dari Pemerintah Kota Cimahi dan lahan ini segera dimanfaatkan.

Kolonel Yusep menjelaskan, untuk segera dapat bekerja di lahan ini dibangun barak, mushala, kamar mandi dan WC. "Disini menjadi Posko Sektor 21 bersama Dinas Lingkungan Hidup," ucapnya.

Ia menjelaskan pula capaian hasil selama 2 tahun. Targetnya Sektor harus mencapai hasil 125 juta bibit pohon dalam masa tugasnya. Sulit. Tapi itulah yang harus dicapai.

Dansektor 21 pun memberi gambaran, dalam 2 tahun masa tugasnya baru 3 juta bibit pohon. Jadi 122 juta pohon sisanya yang harus dicapai. Saat ini pula Sektornya baru mampu menghijaukan 900 Ha dari lahan kritis seluas 77.000 Ha.

Kolonel Yusep menyebutkan, walau saat ini Sektor 21 fokus kepada pembibitan namun Satgas Citarum Harum tetap juga membenahi sungai Citarum bersama anak-anak sungainya.

Ia pun menggambarkan, di wilayah Sektor 21 jangan sampai terjadi seperti di Ijen Jember akibat penebangan liar hingga menjadi kritis, terjadi longsor hingga melukuhlantakkan pemukiman.

"Kita tidak berharap peristiwa Ijen menimpa pula wilayah kita yang kebetulan berdataran tinggi, kritis dan beberapa tempat ditanami palawija hingga tidak ada pohon keras. Ini juga bisa menimbulkan bencana," ucap Dansektor 21.

Untuk itu pula, jajarannya akan panggil petaninya untuk berunding agar lahannya jangan kosong dari tanaman keras guna mencegah bencana, ucap Dansektot 21 mengakhiri keterangannya. **