Minggu, 29 Maret 2020 | 01:38 WIB

Sistem Sparing harus Dipasang bagi Pabrik Berlimbah 1000 M3

foto

Ken Zanindha

BANDUNG, indoartnews.com ~ Lembaga Pemgembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menaruh perhatian terhadap program Citarum Harum yang sudah berjalan 2 tahun dengan mengadakan seminar Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah pada Rabu (12/2-2020) di di Multipurpose Hall CRCS Lt. 3 Kampus Ganesa ITB Bandung.

Dalam seminar itu tampil 3 pembicara masing-masing Ahdes Fuadi Kepala Subdit Pengendalian Pencemaran Industri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kol. Inf. Yusep Sudrajat, Dansektor 21 Satgas Citarum Harum dan Drs. Qomarudin Helmy, dosen KKRALC Institut Teknologi Bandung.

Dansektor 21 Kol. Inf. Yusep Sudrajat sebagai pembicara mewakili Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum berharap pemasangan sistem sparing terhadap pabrik-pabrik segera diwujudkan.

Menurut Dansektor 21 sistem sparing diterapkan Kementerian LHK kepada pabrik-pabrik yang produksi limbahnya 1.000 M3 merupakan pengejawantahan dari Peraturan Menteri LHK No. 80 tahun 2018.

Dalam Permen LHK telah ditetapkan sistem itu harus segera diterapkan pada Agustus 2020 kepada pabrik yang produksi limbahnya 1.000 M3 ke atas. "Nara sumber lain sudah menjelaskan semua itu. Tapi bagi Satgas Citarum bukan hanya limbah pabrik saja, melainkan juga sampah domestik, rumah tangga, kotoran manusia dan hewan, " ucap Kol. Inf. Yusep Sudrajat.**