Jumat, 28 Februari 2020 | 12:57 WIB

Sektor 21 Cepat Tanggap Laporan Masyarakat Terkait Limbah PT Cempaka Hirina Snack

foto

Elly Susanto

SOREANG, indoartnews.com ~ Satgas Citarum Harum Sektor 21 selalu cepat menanggapi laporan masyarakat jika ada pabrik yang membuang limbah ke sungai untuk mengantisipasi kotornya lingkungan tempat tinggal dan aliran sungai.

Seperti yang terjadi Senin kemarin (30/12) ada laporan dari masyarakat bahwa pabrik makanan PT. Cempaka Hirina Snack membuang limbah kotor ke anak sungai/selokan.

Dansektor 21 Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat segera mengutus Pasi Min Ops Letda Saniyo untuk segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) di PT. Cempaka Hirina Snack di jalan terusan Soreang-Cipatik km. 7 Desa Gajah Mekar Kec. Kutawaringin Kab. Bandung.

Pabrik itu ternyata telah libur tahunan dari 29 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 sebagaimana keterangan HRD PT. Cempaka Hirina Snack, Ridho MF Siagian.

Menurut Ridho MF Siagian, perusahaannnya memang hingga saat ini belum memiliki instalasi pembuangan air limbah (IPAL) karena lebih ke limbah domestik jadi air limbahnya dibuang ke anak sungai. 

Kebetulan pula, katanya, usahanya adalah memroduksi makanan ringan (snack) dengan bahan bakunya adonan kanji/aci dan bahan-bahan lainnya yang tidak berbahaya.

Ia juga memperlihatkan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup ( SPPL) yang diterbitkan pada Tahun 2015. Sebagian besar upaya yang dilakukan untuk pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan, pihaknya mengaku sudah melakukan beberapa hal, diantaranya sisa hasil pembakaran dari kulit kelapa sawit dikumpulkan di tempat penyimpanan yang terlindung. Minyak sisa penggorengan dibuang berupa ampas dan tidak dibuang ke selokan.

”Kedepannya kami akan perhatikan lagi untuk pembuangannya, kedepan akan ditata kembali agar lebih baik”, ujar Ridho.

Sementara Letda Saniyo mengatakan berdasarkan keterangan itu, Satgas Citarum Harum Sektor 21 belum bisa memutus perkara ini sampai ada bukti air limbahnya saat perusahaan itu buka dan berproduksi lagi.

Kita respon cepat setiap laporan, setelah kita telusuri, kita cek kebetulan pabrik sedang libur kerja, jadi kondisi air di selokan masih kering", ujar Letda Saniyo 

Karena bagaimana pun kondisi limbah yang dibuang itu jika tidak ada IPALnya pasti dibuang ke sungai/selokan yang akhirnya terbawa mengalir ke Citarum.

Perbatasan

PT Cempaka Hirina Snack di Jl.Terusan Soreang - Cipatik KM.7 No.9 Ds.Gajah Mekar Kec. Kutawaringin, adalah milik Hinli dengan jumlah karyawan sebanyak 50 orang. Perusahaan ini memproduksi makanan ringan berupa pilus dan kerupuk. 

Lokasi perusahaan tersebut berada tepat di wilayah perbatasan antara Sektor 08 dan Sektor 21.**