Senin, 3 Agustus 2020 | 16:42 WIB

Lama Menunggu Bantuan Bupati Yang Datang Malah Dari Dansektor 21 Citarum Harum

foto

Elly Susanto

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Para pegiat lingkungan di Kampung Bojongpulus RT 05 RW 02 Desa Bojong Pulus Banjaran Wetan Kec. Banjaran Kab. Bandung telah lama menanti bantuan Pemda yang sudah 10 tahun-an lebih mengajukan bantuan mesin pencacah sampah belum juga ada ke Kampung ini.

Namun, ketika hal itu dikemukakan kepada Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kol. Inf. Yusep Sudrajat beberapa waktu lalu giat sosialisasi di Wilayah Subsektor 07  Banjaran Wetan tanpa persyaratan, langsung saja memberi bantuan untuk mewujudkan mesin pencacah sampah. 

Letda Saniyo, mewakili Dansektor 21 saat meresmikan Mesin Pencacah Sampah Plastik, Rabu (27/11) mengemukakan, para pegiat lingkungan di desa ini begitu antusias terhadap lingkungan bersih, khususnys dalam program Citarum Harum.

Antusiasme ini, katanya, merupakan wujud partisipasi warga berkolaborasi dengan Satgas untuk mewujudkan Citarum Harum, salah satunya membersihkan sungai dari aneka sampah.

Letda Saniyo menyatakan rasa bangga terhadap warga di RW 02 Kp. Bojongpulus yang ingin menciptakan kebersihan dan tidak mencemari lingkungan.

Salah satunya, katanya pula, dengan perlunya penangan sampah plastik dengan cara pencacahan. "Mesin pencacah ini baru pertama di lingkungan Sektor 21 dan Satgas selalu mendukung upaya-upaya yang dilakukan masyarakat dalam program Citarum Harum.

Dalam kesempatan itu, Abdullah pegiat lingkungan sekaligus Ketua RT 05 RW 02 Kp. Bojongpulus secara blak-blakan mengemukakan rasa prihatin dengan belum terwujudnya bantuan dari Pemda Kab. Bandung yang sudah 10 tahun lebih belum juga terwujud.

Di lain pihak Ketua RT 05 ini menyatakan rasa gembiranya yang tiada terkira dengan adanya bantuan tanpa syarat dari Dansektor 21 berupa Mesin Pencacah Sampah Plastik sehingga sampah itu jadi bermanfaat.

Abdullah yakin, sesuatu yang terbuang, jika kita kreatif dan berinovasi bisa menjadi manfaat bagi kehidupan manusia. Inilah pentingnya kreatif dan keinginan.

Padahal, katanya, dalam setiap Musrenbang Desa se Kecamatan Banjaran selalu dijanjikan bantuan itu. Tetapi hingga kini belum juga muncul. "Kami mohon kepada pak Bupati supaya bantuan yang dijanjikan segera dapat diwujudkan," tegas Abdullah.

Sebab di TPS RWnya, katanya pula, setiap hari produksi sampah dari 675 KK jumlahnya relatif, ditambah dari Desa lain, di TPSnya, sampah kadang mencapai 8 roda setara dengan 1 ton.**