Sabtu, 7 Desember 2019 | 00:40 WIB

Mahasiswa KKN Tematik Unisba Berikan Pelatihan Dan Gerakan Pungut Sampah Di RW 31 Melong Cimahi

foto

Elly Susanto

CIMAHI, indoartnews.com ~ Para mahasiswa Unisba yang KKN di Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi didampingi Satgas Sektor 21 Citarum Harum Subsektor 13 Cimahi Selatan memberikan pelatihan kepada ibu ibu RW 31 di kantor RW itu Sabtu (16/11).

Menurut Ketua RW 31, DR. Haryanto Abdurahman, pelatihan untuk ke-2 kalinya dengan materi pemungutan sampah dan kemudian memilahnya antara sampah organik dan non organik. 

DR. Haryanto menyatakan rasa syukur karena mahasiswa dan masyarakat sudah berinteraksi, kolaborasi menyukseskan program Citarum dan berdasarkan catatan, hal itu untuk ke 3 kalinya.

Upaya-upayanya, katanya, sosialisasi masalah lingkungan dalam program Citarum Harum dengan titik berat pada mindset orang program Citarum Harum dalam perilaku membuang sampah.

"Ini program sangat bagus dengan titik berat manusia yang sangat menentukan, primer sekali untuk menyelesaikan Citarum Harum yang manusianya harus siap," ucapnya.

Di RWnya sendiri, katanya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi sudah berjalan 4 tahun memberi pengarahan pengolahan kompos, komposting. Sedang dalam program Citarum Harum, Pemkot Cimahi juga memberikan pengarahan fasilitas tentang daur ulang sampah untuk dimanfaatkan kembali. 

Warga, kata DR. Haryanto, sudah pula mendapat pengarahan tentang pemilahan sampah organik dan unorganik.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN mahasiswa Unisba, Fajar Akbar mengatakan, KKN tematik Citarum Harum yang ke-2 dilaksanakan Sektor 21 Kel. Melong. Pertama, tahun lalu di Subsektor 01 Cisanti dan yang ke-2 di Subsektor 13 merupakan lanjutan yang dilaksanakan minggu lalu.

Ketua RW 31

Kegiatan yang dilaksanakan berupa pemungutan sampah berbarengan dengan pelatihan cara mengolah sampah yang memiliki nilai sehingga bisa dijual atau didaur ulang.

Gerakan memungut sampah dengan hasil yang banyak menunjukkan kurangnya tingkat kesadaran dan ini berlaku pula pada kita-kita ini.

Karena itu, katanya, seharusnya bisa memilah sampah organik dan unorganik dan untuk itu dibagikan ember berlabel sampah organik.

Teknisnya, kata Fajar Akbar, dilakukan dari rumah ke rumah dan kebetulan di RW 31 ini cukup spesial karena sudah memiliki TPST 3 R (reduce, recycle dan reuce).

Selain itu, masih di wilayah Sektor 21 hari besok akan dilaksanakan penanaman pohon di sekitar bantaran sungai Citarum, bukan tidak di RW 31. ”Kita akan cari tempat di RW lain yang memang lebih membutuhkan untuk penanaman pohon”, tutup Fajar.**