Minggu, 17 November 2019 | 22:11 WIB

Satgas Subsektor Sumedang Karbak Bersama Yayasan Pendidikan Al Ma'sum

foto

Elly

SUMEDANG, indoartnews.com ~ Satgas Citarum Sektor 21 kolaborasi bersama Yayasan Pendidikan Al Masoem karya bakti di DAS Cibeusi, Cipacing, Jatinangor, Sumedang. Karya bakti dilaksanakan sejak hari Jumat (1/11/19), jajaran Satgas Citarum Subsektor 21-15 Sumedang dan pecinta alam Al Masoem membersihkan aliran sungai sepanjang 500 meter yang berada di lingkungan Al Masoem.

Ditemui seusai pelaksanaan hari keempat karya bakti sungai bersama Satgas Citarum, Asep Dedi Suhendri selaku Kepala Pesantren Al Masoem mengatakan bahwa program lingkungan berupa peduli lingkungan dari pencemaran sampah di sekitar Yayasan, melalui upaya pembersihan sungai yang ada di sekitar lingkungan pendidikan dan mengedukasi siswa serta warga sekitar. Namun pihaknya mengakui, upaya tersebut belum berjalan maksimal, dengan kehadiran satgas citarum yang selaras dengan program lingkungan yayasan diharapkan mampu memaksimalkan upaya mengedukasi warga yang ada di sekitar lingkungan pendidikan.

"Dengan adanya satgas citarum, alhamdulillah dalam seminggu terakhir ini operasi pembersihan dengan satgas citarum sektor 21 sudah mampu membuat sungai Cibeusi yang ada di lingkungan yayasan menjadi bersih dari sampah," ujarnya, Senin (4/11/19).

"Mudah mudahan kedepan bukan hanya membuat sungai cibeusi ini bersih, tapi juga membantu mengedukasi masyarakat supaya tidak membuang sampah ke sungai, dan sungai bisa menjadi etalase bukan tempat pembuangan sampah," harapnya.

Sementara, Serka Eri K selaku Dansubsektor 21-15 Sumedang menerangkan bahwa kolaborasi karya bakti di sungai Cibeusi ini salahsatu permintaan dari pihak Yayasan Al Masoem. "Sesuai tugas satgas, kami menyambut baik hal tersebut. Dan kedepan kami akan tetap rutin patroli dan karya bakti di sungai cibeusi, mungkin seminggu sekali atau tiga hari sekali lakukan patroli," ungkapnya.

Menurutnya, untuk sungai Cibeusi, pencemaran sampah domestik paling dominan terjadi. Selain karena tidak dialiri limbah industri, hulu sungai melewati Kecamatan Jatinangor, wilayah yang banyak usaha jasa dan ritel, seperti Hotel, Mall, Kampus, serta rumah makan dan kuliner.

"Kalo untuk sungai cibeusi pencemarannya lebih ke sampah domestik, pembuangan industri gak ada, hanya ada industri rumahan pabrik tahu," ujarnya.

"Kami akan terus melakukan pembersihan dan sosialisasi di tiap wilayah sungai yang masuk dalam subsektor 15 sumedang. Apalagi musim penghujan seperti ini, dapat dijadikan kesempatan (oknum) warga membuang sampah ke sungai," sambungnya.

Dirinya atasnama satgas citarum subsektor 15 mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Yayasan Pendidikan Al Masoem yang berkomitmen ikut menjaga keberaihan sungai yang ada di lingkungan yayasan. 

"Biasanya setiap hari jumat, pihak Al masoem mengajak karya bakti bersama, dan pihak al masoem juga berkomitmen kepada satgas citarum akan memfasilitasi dengan dukungan menyediakan gerobak sampah dan bak sampah," pungkasnya.**