Sabtu, 7 Desember 2019 | 02:14 WIB

DPRD Minta Pemdaprov Jabar Tingkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi di Jabar

foto

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperhatikan Kampus-Kampus di Jawa Barat dalam rangka peningkatan angka partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masyarakat Jawa Barat.

"Beasiswa, pembangunan ruang kelas baru serta pemenuhan berbagai sarana dan prasarananya menjadi hal yang penting agar Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi di Jawa Barat meningkat", ujar Ineu disela peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna Universitas Subang, Kamis 10/10/2019.

Ineu menambahkan keberhasilan pembangunan suatu wilayah ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan pendidikan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas SDM tersebut. Oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus terus diupayakan, dimulai dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk untuk mengenyam pendidikan, hingga pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Kalau Universitas Subang ini berkembang tentu akan berpengaruh bagi pemerintah Kab. Subang dan pasti berkolerasi juga dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan adanya peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi”, jelas Ineu.

Jawa Barat lanjut Ineu, masih memiliki angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi yang terbilang rendah, dibandingkan dengan APK perguruan tinggi di tingkat nasional sehingga pihaknya terus berupaya mengembangkan Perguruan Tinggi agar angka partisipasi pendidikan tinggi di Jawa Barat meningkat. 

“Ada Pengembangan kampus UNPAD di Pangandaran, ITB di Cirebon serta IPB di Sukabumi yang merupakan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan APK pendidikan tinggi ini”, tambah Ineu

Ineu juga meminta Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang membidangi masalah Pendidikan Tinggi untuk memberikan bantuan yang berbeda kepada Provinsi Jawa Barat. “Di Jawa Barat memang banyak kampus tapi jumlah penduduk kami paling banyak ditambah warga dari luar yang banyak belajar di Jawa Barat sehingga kami meminta bantuan yang lebih untuk terus mengembangkan Perguruan Tinggi di Jawa Barat”, tutup Ineu.