Minggu, 17 November 2019 | 22:12 WIB

Buktikan Air Buangan Tidak Berbahaya, Pemilik PT Jatayutex Minum Langsung Dari Selokan

foto

Elly Susanto

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kol Inf. Yusep Sudrajat mengintruksikan jajarannya untuk mengecek sebuah pabrik tekstil di wilayah Rancaekek guna Menindaklanjuti laporan warga yang menduga terdapat lubang siluman yang ada di lingkungan PT Jatayutex. 

Saat itu juga, Jumat (17/10/2019), Satgas Subsektor 01 Rancaekek meluncur ke lapangan melakukan pengecekan ke aliran sungai yang diduga ada lubang siluman. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan benar adanya lubang dari PT Jatayutex yang terletak di bawah jembatan Jatayu, lubang berukuran berdiameter sekitar 15 centimeter.

Dari hasil pengecekan, lalu dilakukan pengambilan sampel air. Kondisi air tersebut hangat, relatif bersih. Satgas pun segera mendokumentasikannya dengan memotret sampel air tersebut.

Usai melakukan pengecekan di lapangan, Satgas Rancaekek dengan berbekal sampel air dan dokumentasi foto, lalu mengkonfirmasi ke pihak perusahaan PT Jatayutex di Jalan Raya Bandung-Garut, Kab. Bandung.

Pihak perusahaan melalui pemiliknya Souw Hib Tjong menjelaskan, bahwa benar adanya lubang tersebut milik perusahaan, namun untuk air yang keluar dari lubang tersebut adalah air penguapan (steam trap), merupakan air bersih atau air baku pabrik, bukan air limbah dari IPAL atau Boiler.

Satgas bersama awak media dibawa Souw Hib Tjong untuk memeriksa sumber air yang mengalir ke lubang yang diduga lubang siluman tersebut. Untuk membuktikan bahwa air tersebut aman dan tidak berbahaya bagi lingkungan, Souw Hib Tjong mengambil air itu dan langsung meminumnya.

”itu bukan lubang siluman tetapi gorong- gorong yang memang sudah ada pada saat kami membeli pabrik ini sekitar tahun 2000an. Saluran itu kami pakai untuk membuang air penguapan (steam trap) dan air ini bersih, bening seperti anda-anda lihat. Makanya barusan saya minum air itu untuk membuktikan bahwa air ini tidak berbahaya. Malahan karyawan sering masak mie instan di penguapan itu.

Satgas Subsektor Rancaekek, serka Ade Rukmana mengatakan, setelah cek langsung, ternyata air ini bukan air limbah yang diduga oleh warga selama ini. Hanya saja airnya agak panas karena itu dari hasil penguapan. “ Kami sarankan kepada pihak pabrik untuk membuat bak penampungan. Sebelum dibuang ke sungai airnya didinginkan dulu supaya nantinya air yang keluar tidak panas.

”Saya sarankan juga kepada pihak perusahaan untuk menata lubang tersebut agar tidak dicurigai atau mengundang opini negatif dari masyarakat“, tutup Serka Ade Rukmana.**