Minggu, 17 November 2019 | 22:39 WIB

Reaksi Cepat Tanggap Dansektor 21 Menyikapi Laporan Warga Terkait Limbah Pabrik.

foto

Ken Zanindha

KAB. BANDUNG, indoartnews.com ~ Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat melaksanakan pengecekan ke PT Tastex Subsektor 01 Rancaekek, Jalan Raya Bandung Garut KM 26,5 Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis pagi (18/10).

Pengecekan tersebut untuk menindaklanjuti laporan video dari warga yang melaporkan terjadinya pencemaran limbah cair yang diduga dilakukan PT Tastex dibuang ke aliran sungai Ciburaleng, Desa Nanjung Mekar. 

“Saat menerima laporan itu saya tidak serta merta memvonis pabrik ini membuang limbah kotor. Saya langsung perintahkan Dansubsektor di sini yaitu Serka Ade Rusmadi untuk mengecek kebenaran laporan masyarakat dan media massa yang ada di sini, ternyata tidak benar”, kata Kol. Yusep.

Menurutnya, satu tahun lalu ia datang ke perusahaan ini untuk mengecek pengelolaan saluran air limbahnya. ”Sekarang saya datang lagi untuk mengecek ulang, ternyata di sini IPALnya sudah ada penambahan. Menurut managemen pabrik untuk penambahan itu sudah mengeluarkan biaya sekitar 2 M”.

Setelah mengecek Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) PT Tastex, limbah yang dihasilkan cukup baik dan terdapat ikan hidup di outlet terakhirnya, sehingga laporan masyarakat maupun dan media massa setempat tidak benar.

“Mungkin mereka mengambil limbahnya di sungai belakang yaitu sungai Ciburaleng, bukan dari outlet langsung PT Tastex. Di sungai belakang banyak sekali pabrik yang membuang limbahnya, yang kemudian mengalir ke sungai Citarik berakhir di Citarum”, lanjut Kol. Yusep.

Kol. Yusep juga menyadari masih banyak kelemahan dalam pengawasan. Selama 24 jam Satgas berpatroli tetapi tidak terus menerus berada di sungai itu untuk terus mengawasi. Kelemahan itu yang kerap digunakan oleh pabrik-pabrik yang nakal membuang limbah tanpa diolah. “Kita sebagai Satgas Citarum Harum tidak akan bosan dan lelah untuk untuk selalu melakukan patroli dan memacu pabrik-pabrik yang ada di wilayah Sektor 21 untuk mengelola limbahnya dengan baik”, ungkap Kol. Yusep Sudrajat.

Semantara itu, Shemin Penanggung jawab PT Tastex mengatakan, pihaknya akan selalu berkomitmen untuk memelihara IPAL perusahaan dengan baik.

“Saat ini PT Tastex menggunakan kimia fisika saja. Dalam 2 bulan ke depan, kita akan menambah dengan membangun sistim biologi. Kita akan tingkatkan terus IPAL milik PT Tastex agar hasilnya memuaskan. PT Tastex selalu komitmen untuk mendukung Program Citarum Harum”, tutup Shemin.**