Minggu, 17 November 2019 | 22:12 WIB

Satgas Sektor 21 Subsektor 15 & 01 Cek 2 Pabrik Dan Telusuri Sungai Ciburaleng

foto

Elly Susanto

SUMEDANG, indoartnews.com - Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kol. Inf. Yusep Sudrajat mengintruksikan kepada jajarannya, Subsektor 15 Sumedang dan Subsektor 01 Rancekek untuk mengecek sungai Ciburaleng atas keluhan warga yang pemukimannya terlewati aliran hitam sungai Ciburaleng.

 

Dua hari yang lalu warga Rancaekek menemukan aliran sungai kehitam-hitaman, diduga sungai tercemar air limbah kotor dari perusahaan tekstil yang membuang air limbah ke sungai Ciburaleng  mengalir melewati wilayah Subsektor 01 Rancaekek.

Satgas Subsektor 15 dan Subsektor 01 bersama awak media menelusuri sungai Ciburaleng yang saat itu air yang mengalir berwarna hitam tetapi tidak berbau limbah pabrik. Tim langsung menyelusuri ke arah hulu, ternyata warga sekitar sedang melaksanakan kerjabakti pembersihan sungai yang mengakibatkan air sungai menjadi hitam dari sedimentasi sungai.

Menurut Kepala Dusun Sindangpakuwon, Sopyan, sudah 2 hari warga RW 01 Desa Sindangpakuwon melaksanakan kerjabakti membersihkan sungai Ciburaleng, dimulai dari hari Senin (14/10) dan Rabu pagi tadi hingga sekarang (16/10).

“Sungai ini kemaren-kemaren airnya bau dan hitam pekat dikarenakan limbah pabrik mengalir kesini. Air limbah pabrik yang mengalir ke sungai Ciburaleng ini hanya PT Natatex dan PT Novatex. Tetapi setelah aliran limbah pabrik Natatex ditutup Satgas Citarum Harum, Alhamdulillah air sungai sekarang jernih dan tidak berbau”, tutur Sopyan yang diamini Ketua RW 01 Tedy Cahyana.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi PT Novatex di Jl. Raya Bandung-Garut Kab. Sumedang. Di sini Satgas menemukan air limbahnya berwarna bening dan ikan hidup di outlet akhir. 

Satgas Subsektor 15 Sumedang Serka Eri Krisyana merasa puas PT Novatex masih tetap memegang komitmen untuk selalu memelihara IPALnya dengan baik. 

”Hari ini kami mengadakan pengecekan ke PT Novatex bersama subsektor Rancaekek atas dasar laporan bahwasanya masih ada air hitam yang mengalir kemarin pagi ke sungai Ciborelang yang mengalir ke wilayah Rancaekek. Tadi pagi, bersama dari rekan-rekan media kami cek, ada warna hitam mengalir di sungai ciburaleng. Langsung kita telusuri ke arah hulu, ternyata sedang ada kerjabakti perbaikan dan pembersihan sungai Ciburaleng oleh warga setempat”, jelas Serka Eri.

”menurut Ketua RWnya tadi, kegiatan kerjabakti Sudah berjalan 2 hari, Senin dan Rabu hingga siang ini masih berjalan. Makanya warna hitam itu berasal dari pembersihan sungai karena diduga yang sering membuang limbah kotor dari PT natatex hari Sabtu Kemarin sudah dicor dan informasi dari warga juga keadaan sungai sudah mulai membaik. Mudah-mudahan ini seterusnya. Jika ada perusahaan yang berani main kucing-kucingan dengan Satgas, kami akan tindak tegas!”, pungkas Serka Eri.

HRD PT Novatex, Ima Santika Rahayu menuturkan, perusahaannya hanya menghasilkan kain grey. ” Di sini tidak ada pencelupan. Air pun kami ricycle 75 persen. Kami akan selalu menjaga IPAL dengan baik sesuai dengan apa yang sudah disampaikan Dansektor 21 Kol. Yusep Sudrajat”, pungkas Ima yang saat itu didampingi Bagian Umum Ardi Rohmat Kusnadi.

Selesai di PT Novatex, Satgas melanjutkan pengecekan ke PT Sunsilon di Jl. Raya Bandung-Garut Km 27. Di sini Satgas tidak menemukan limbah kotor dikarenakan IPALnya sudah tidak beroperasi. ”Pabrik ini produksinya sedikit, hanya 20 persen saja sehingga pencelupannya ikut ke pabrik lain” imbuh Sulaeman, HRD PT Sunsilon.**