Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:19 WIB

Kurban Berkah BAZNAS

Kurban BAZNAS dari Peternak Binaan, Manfaatnya Mengalir hingga Ekonomi Desa

foto

Ilustrasi peternak binaan dalam Program Kurban Berkah BAZNAS yang menghubungkan pekurban, peternak lokal, dan masyarakat penerima manfaat sekaligus mendukung penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan.

KUNINGAN, indoartnews.com – BAZNAS RI menyalurkan hewan kurban dari peternak binaan melalui Program Kurban Berkah di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu 27 Mei 2026. Program ini tidak hanya menghadirkan manfaat ibadah kurban bagi masyarakat penerima, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi desa melalui pemberdayaan peternak lokal.

Kurban Berkah BAZNAS menjadi salah satu model pengelolaan kurban yang menghubungkan pekurban, peternak binaan, dan masyarakat penerima manfaat dalam satu rantai kebaikan. Melalui skema tersebut, kurban tidak berhenti pada penyaluran daging, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menegaskan bahwa program kurban tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ibadah semata. Menurutnya, kurban juga dapat menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi umat.

Ia mengatakan, BAZNAS terus mendorong agar hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari pelaksanaan kurban dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat.

“Kurban harus memberikan dampak yang lebih luas. Selain menjadi sarana ibadah dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, kurban juga harus mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memperkuat peternak lokal, dan meningkatkan kesejahteraan mustahik yang telah bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif,” ujar Sodik.

Program Kurban Berkah BAZNAS merupakan bagian dari ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan para pekurban dengan peternak binaan di berbagai daerah.

Melalui pembinaan, pendampingan usaha, serta dukungan permodalan berbasis zakat, para peternak mendapat kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas ternak mereka.

Skema tersebut menjadikan dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif karena ikut mendorong lahirnya kemandirian ekonomi masyarakat.

Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menjelaskan bahwa program ini menjadi bukti zakat dapat menciptakan rantai manfaat yang berkelanjutan.

“Melalui Program Kurban Berkah, BAZNAS tidak hanya memastikan distribusi hewan kurban kepada para penerima manfaat, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi sejak proses hulu melalui pemberdayaan peternak binaan. Dengan demikian, manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak, mulai dari peternak, pekurban, hingga masyarakat penerima manfaat,” jelasnya.

BAZNAS berharap Program Kurban Berkah dapat menjadi model pengelolaan kurban yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi desa, peningkatan kesejahteraan peternak, dan pembangunan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Melalui sinergi zakat, infak, sedekah, dan kurban, BAZNAS terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat luas bagi umat serta mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya.**