
Elly Susanto
Konferensi pers terkait pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Jawa Barat di Kantor DPD Golkar Jabar, Bandung, Selasa (31/3/2026). Tampak dari kiri Yomanius Untung, MQ Iswara, dan Yod Mintaraga.
BANDUNG, indoartnews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI akan digelar pada 1 hingga 3 April 2026 di Hotel Trans Bandung, setelah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, MQ Iswara, dalam konferensi pers di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penetapan jadwal Musda merupakan tindak lanjut dari surat yang telah dikirimkan kepada DPP sejak 26 September 2025. Dalam surat tersebut juga dilampirkan hasil rapat pleno yang menetapkan struktur kepanitiaan Musda XI.
“Alhamdulillah, pada 29 Maret 2026 telah keluar surat dari DPP yang memberikan izin pelaksanaan Musda Partai Golkar Jawa Barat,” ujar Iswara.
Ia menyebutkan, dalam rapat pleno tersebut telah ditetapkan susunan panitia, di antaranya Yod Mintaraga sebagai Ketua Steering Committee (SC), Yomanius Untung sebagai bagian dari SC, serta Dede Nasihin sebagai Ketua Organizing Committee (OC).
Menurutnya, seluruh perangkat kepanitiaan kini telah terbentuk lengkap dan siap menjalankan Musda yang tinggal menghitung hari.
Ketua Steering Committee Musda, Yod Mintaraga, memastikan seluruh persiapan teknis telah dimatangkan, mulai dari penyusunan agenda, materi sidang, hingga mekanisme pelaksanaan Musda.
“Kami sudah menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan, termasuk laporan pertanggungjawaban pengurus serta mekanisme pemilihan ketua DPD ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat yang juga terlibat dalam kepanitiaan, Yomanius Untung, menjelaskan bahwa tahapan awal Musda akan dimulai dengan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.
“Pendaftaran dibuka mulai pukul 09.00 sampai 24.00 WIB. Salah satu syarat utama adalah dukungan minimal 30 persen atau sekitar 10 suara dari total 33 pemilik suara,” ujarnya.
Ia merinci, dukungan tersebut hanya berlaku untuk satu calon. Dukungan ganda akan dinyatakan gugur dalam proses verifikasi oleh tim yang melibatkan unsur DPP dan panitia pengarah.
Selain itu, calon juga wajib memenuhi sejumlah persyaratan lain, seperti telah aktif di Partai Golkar selama lima tahun berturut-turut, minimal berpendidikan S1, serta memiliki rekam jejak prestasi, dedikasi, disiplin, dan loyalitas.
Di sisi lain, MQ Iswara menegaskan bahwa proses pencalonan dibuka seluas-luasnya bagi kader Partai Golkar yang memenuhi syarat.
“Kami membuka seluas-luasnya. Siapapun kader yang memenuhi persyaratan dipersilakan mendaftar,” tegasnya.
Terkait pembukaan Musda, panitia telah mengundang Ketua Umum Partai Golkar. Namun, karena adanya agenda di luar negeri, pembukaan kemungkinan akan diwakili oleh Sekretaris Jenderal atau jajaran DPP lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Iswara juga mengungkapkan bahwa Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat saat ini, Tubagus Ace Hasan Syadzily, tidak akan kembali maju dalam Musda kali ini.
“Sebagian besar kader memang berharap beliau melanjutkan. Namun, beliau mendapat penugasan di tingkat pusat dan diminta fokus pada tugas-tugas di DPP,” ujarnya.
Dengan jadwal yang semakin dekat, Musda XI Partai Golkar Jawa Barat diprediksi akan berlangsung dinamis, terutama dengan adanya syarat dukungan minimal 30 persen yang menjadi penentu dalam pemilihan Ketua DPD.**