Kamis, 14 Mei 2026 | 23:30 WIB

Keamanan Digital

Waspada Modus Penipuan APK Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Jangan Asal Unduh File

foto

Petugas BRI melayani nasabah dalam penggunaan layanan digital perbankan. BRI mengimbau masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan digital melalui file APK dari sumber tidak dikenal, terutama menjelang libur Lebaran.

JAKARTA, indoartnews.com – Menjelang periode libur Lebaran ketika aktivitas komunikasi dan transaksi digital cenderung meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital, khususnya yang memanfaatkan file aplikasi berformat APK dari sumber tidak dikenal.

Modus penipuan tersebut umumnya diawali dengan pesan melalui aplikasi WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan tersebut biasanya disertai narasi meyakinkan serta lampiran file APK yang dikemas seolah-olah sebagai undangan digital, dokumen perpajakan, resi pengiriman paket, atau informasi penting lainnya.

Ketika file tersebut diunduh dan dipasang pada perangkat, aplikasi tersebut dapat menjadi pintu masuk program berbahaya atau malware yang dirancang untuk mencuri data pengguna, merusak sistem perangkat, bahkan mengambil alih kendali ponsel tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Aplikasi APK dari sumber yang tidak tepercaya juga berpotensi meminta berbagai izin akses pada perangkat. Akses tersebut kemudian dapat dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna sehingga membuka peluang penyalahgunaan layanan keuangan yang tersimpan di dalam perangkat.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga diperlukan kewaspadaan yang lebih tinggi dari seluruh pengguna layanan digital.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujar Saladin.

BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, maupun menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Nasabah juga diminta untuk tidak meneruskan pesan, file, atau tautan yang mencurigakan kepada pihak lain.

Apabila menerima pesan yang terkesan mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data, maupun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, masyarakat diminta terlebih dahulu memastikan kebenaran informasi tersebut sebelum mengambil tindakan.

Selain itu, nasabah juga disarankan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk meningkatkan perlindungan pada layanan digital.

Jika pengguna terlanjur mengunduh file APK yang mencurigakan, langkah pertama yang disarankan adalah segera mematikan koneksi data seluler maupun Wi-Fi. Setelah itu, aplikasi yang terpasang perlu segera dihapus dari perangkat.

Nasabah juga disarankan untuk mengganti username, PIN, serta password akun BRImo maupun email yang terhubung dengan perangkat tersebut. Langkah berikutnya adalah melakukan reset setelan pabrik untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak yang tidak dikenal.

Apabila pesan yang diterima terindikasi sebagai penipuan, pengguna juga dapat memblokir nomor pengirim dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan tersebut ke Contact BRI di nomor 1500017.

Saladin menegaskan bahwa kewaspadaan dalam menyaring informasi menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah.

“Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkasnya.**