Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Jalur Mudik Jabar

Dishub Jabar Petakan Jalur Rawan Macet Mudik Lebaran 2026, Nagreg hingga Simpang Jomin Diprediksi Padat

foto

Paparan peta jalur alternatif mudik di Jawa Barat yang disampaikan dalam kegiatan media gathering Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H di Aula UPTD ASDP Graha Perhubungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026).

BANDUNG, indoartnews.com – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memetakan sejumlah jalur yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 Hijriah. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan Nagreg, Limbangan Garut hingga Simpang Jomin di jalur Pantura.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar ST MT mengatakan sejumlah jalur tersebut selama ini menjadi titik yang sering mengalami kepadatan kendaraan ketika periode mudik Lebaran.

“Untuk wilayah utara biasanya terjadi kepadatan di Simpang Jomin, sementara di jalur selatan seperti Nagreg dan Limbangan Garut juga menjadi titik yang perlu diantisipasi karena volume kendaraan yang meningkat,” ujar Dhani saat kegiatan media gathering Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H di Aula UPTD ASDP Graha Perhubungan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Senin (9/3/2026).

Selain itu, kawasan Ciawi hingga jalur menuju Sukabumi juga diperkirakan akan mengalami peningkatan arus kendaraan, terutama karena menjadi jalur menuju sejumlah destinasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.

Dhani menjelaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi bersama kepolisian dan instansi terkait untuk mengurai kepadatan kendaraan, termasuk melalui rekayasa lalu lintas seperti sistem contraflow maupun one way pada jalur tertentu.

Selain faktor kepadatan kendaraan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca. Jalur selatan Jawa Barat memiliki kontur wilayah yang cukup ekstrem dengan potensi longsor, sementara jalur Pantura kerap menghadapi risiko banjir saat intensitas hujan tinggi.

Karena itu masyarakat diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik selama berkendara, serta memantau informasi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan mudik.**