PANGANDARAN, indoartnews.com – Setelah empat hari dilakukan pencarian, jasad atlet terjun payung Budiasih akhirnya ditemukan di perairan Pangandaran, Jawa Barat. Penemuan tersebut mengakhiri operasi pencarian terhadap korban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat latihan terjun payung.
Budiasih dinyatakan hilang sejak beberapa hari lalu setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti latihan terjun payung di Kabupaten Pangandaran. Sejak saat itu, tim gabungan melakukan pencarian secara intensif di wilayah darat dan perairan.
Peristiwa kecelakaan terjun payung tersebut terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, sekitar pukul 11.40 WIB. Saat itu, lima atlet melakukan terjun payung dari ketinggian sekitar 10.000 kaki.
Perubahan arah angin secara tiba-tiba menyebabkan kondisi tidak terkendali. Tiga atlet berhasil melakukan pendaratan darurat, sementara dua atlet lainnya, termasuk Budiasih dan Rusli, jatuh ke Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi.
Rusli, seorang purnawirawan Kopasgat sekaligus atlet terjun payung, lebih dahulu dinyatakan meninggal dunia. Sementara Budiasih sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan pada hari keempat pencarian.
Pihak berwenang menyatakan bahwa proses evaluasi terhadap insiden tersebut masih dilakukan, termasuk menelusuri faktor cuaca, perubahan angin, serta penerapan prosedur keselamatan dalam latihan terjun payung.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam olahraga ekstrem dan pentingnya standar keselamatan yang ketat demi melindungi para atlet.**