BALI, indoartnews.com – PT Pos Finansial Indonesia (POSDIGI), anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital dengan berpartisipasi pada ajang Coinfest Asia 2025 di Bali, Jumat 22 Agustus 2025. Kehadiran POSDIGI dalam program Tokenize Indonesia menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan berbagai solusi digital yang dirancang mendukung lintas sektor di Indonesia.
POSDIGI hadir sebagai perpanjangan tangan Pos Indonesia untuk membawa layanan publik ke level digital yang lebih luas. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengembangan aplikasi Naskah Dinas Elektronik (NDE) menjadi platform e-Contract berbasis Blockchain. Melalui platform ini, keaslian serta integritas dokumen perusahaan maupun instansi publik dapat lebih terjamin. Solusi tersebut diharapkan mempercepat proses legalitas serta kerja sama bisnis di berbagai industri nasional.
Selain itu, POSDIGI meluncurkan layanan pembubuhan e-Meterai dengan mekanisme lebih sederhana tanpa syarat minimal pembelian. Layanan ini juga dilengkapi fitur alokasi kuota khusus bagi kebutuhan korporasi dan enterprise, sehingga mampu memberikan kemudahan sekaligus efisiensi. Tidak hanya fokus pada dokumen digital, POSDIGI juga menginisiasi penjualan meterai tempel resmi melalui marketplace dengan toko resmi “Official Store Toko Pos Finansial Indonesia”. Kehadiran layanan ini menjawab persoalan klasik masyarakat terkait risiko pemalsuan hingga keterbatasan stok. Bahkan, tersedia opsi pengiriman instan dalam waktu 2–3 jam untuk wilayah Jabodetabek dan Banten, yang akan diperluas ke kota lainnya.
“Kami memulainya dari hal yang terlihat sederhana, tetapi justru sangat penting yaitu pengamanan dokumen. Dari sana, kami terus kembangkan inovasi agar bisa memberi manfaat lintas industri, dari pemerintahan, korporasi, hingga UMKM,” ujar Sandi Mardiansyah, Direktur POSDIGI.
NDE sendiri sebelumnya telah diimplementasikan di internal Pos Indonesia sebagai fondasi digitalisasi dokumen. Dengan pengalaman tersebut, POSDIGI optimistis inovasi ini dapat diadopsi lebih luas oleh berbagai sektor untuk mendorong efisiensi, transparansi, serta meningkatkan kepercayaan dalam pengelolaan dokumen.**