Kamis, 11 Juni 2026 | 14:10 WIB

Sinergi Kejati Jabar dan Bulog Hadirkan Pasar Murah, Warga Rasakan Manfaatnya

foto

Kajati Jabar, Endang Sarwestri, melihat langsung aneka komoditas yang dijual di Pasar Murah Sinergi, Mandalajati, Bandung, Selasa (12/8/2025), bersama Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Mohamad Alexander.

BANDUNG, indoartnews.com — Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) bersama Perum Bulog Kanwil Jawa Barat menggelar Pasar Murah Sinergi di Komplek Perumahan Taman Bukit, Jalan H. Nasution, Mandalajati, Kota Bandung, Selasa (12/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan menyambut HUT Kejaksaan RI ke-80, sekaligus upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau serta menekan inflasi daerah.

Kepala Kejati Jabar, Katarina Endang Sarwestri SH.,MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BKPP, Perum Bulog, para pelaku usaha, camat, lurah, hingga jajaran kejaksaan negeri di seluruh Jawa Barat. Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan kebutuhan pokok bisa diperoleh dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Ini juga menjadi ajang mempererat hubungan aparat penegak hukum dengan masyarakat,” ujar Endang.

Ia menambahkan, pasar murah ini digelar serentak di 26 titik di Jawa Barat, melibatkan 25 kejaksaan negeri (kejari) dan Kejati Jabar. Selain menyediakan bahan pangan murah, kegiatan juga dirangkai dengan Bazar Usaha Mikro sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Mohamad Alexander, turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, keterlibatan Bulog dalam pasar murah menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah fluktuasi harga.

Pasar murah kali ini menyediakan beras, minyak goreng, gula, dan komoditas lainnya dengan harga di bawah pasaran. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi, salah satunya Mi’ah (68), warga Sukaasih, yang mengaku sangat terbantu.

“Enak, ada bantuan dan harga murah, jadi orang kecil bisa beli. Beras harga normal Rp65 ribu bisa saya dapat Rp55 ribu pakai voucher,” ujar Mi’ah yang baru pertama kali mengikuti pasar murah ini. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar agar warga kecil terus terbantu.

Program pasar murah seperti ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk meringankan beban masyarakat, menjaga daya beli, dan mendukung ketahanan pangan di Jawa Barat.**