
Elly Susanto
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira berfoto bersama para peserta workshop dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 tingkat Kota Cimahi tahun 2025 di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Rabu, 18 Juni 2025.
CIMAHI, indoartnews.com — Pemerintah Kota Cimahi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia (lansia). Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 tingkat Kota Cimahi tahun 2025 digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Rabu (18/6/2025), dihadiri ratusan peserta dari berbagai organisasi lansia seperti PWRI, Klub Jantung Sehat, dan Sekolah Lansia Kota Cimahi.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudhistira menegaskan bahwa keberadaan lansia bukanlah beban, melainkan aset penting yang harus terus diberdayakan. “Lansia harus tetap produktif. Mereka bukan kelompok pasif, justru bisa menjadi pilar kekuatan masyarakat jika didukung dengan kesehatan fisik, mental, dan sosial yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia saat ini telah memasuki era ageing population sejak 2021. Berdasarkan data BPS, sekitar 12% penduduk Indonesia atau 29 juta orang merupakan lansia, dan angka ini diprediksi meningkat menjadi 20% pada 2045. “Ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang. Bila lansia kita sehat dan berdaya, kita bisa menikmati bonus demografi kedua,” katanya.
Adhitia juga mencontohkan pengalaman negara-negara maju. “Di Jepang misalnya, yang mengalami krisis demografi, justru para lansia menjadi tulang punggung negaranya. Saya berharap di Cimahi pun demikian. Lansia harus terus aktif, jangan merasa tua lalu mager (malas gerak), banyak berdiam diri. Semakin aktif, semakin sehat sensorik dan motoriknya, sehingga harapan hidupnya terus meningkat".
Untuk mendukung itu, kata dia, Pemkot Cimahi tengah merancang pembangunan Taman Lansia, sebuah ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi lansia sebagai tempat berinteraksi sosial dan menjaga kesehatan mental. “Kami sedang merumuskannya dalam tahapan penyusunan Rancangan RPJMD 2025-2030. Ini bagian dari upaya menciptakan ruang bahagia bagi lansia Cimahi,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menyatakan bahwa pihaknya telah mencapai 100% standar pelayanan minimal kesehatan lansia. Dinas Kesehatan secara rutin menyelenggarakan senam lansia, pemeriksaan kesehatan berkala di Puskesmas, hingga edukasi gaya hidup sehat. “Kami ingin memastikan seluruh lansia mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal,” ungkapnya.
Salah satu peserta cek kesehatan, Ani Sutini Kartika (65), pensiunan guru SMP yang tinggal di Jalan Cihanjuang, turut merasakan manfaat program ini. “Bagus sekali ada cek kesehatan gratis seperti ini. Biasanya kalau periksa ke laboratorium swasta, biayanya cukup besar. Petugas di sini juga ramah dan profesional. Dulu saya sempat takut cek kesehatan, takut ketahuan ada penyakit. Tapi ternyata sangat bermanfaat, jadi tahu kondisi kesehatan saya,” ujarnya.
Ani kini rutin menjaga kesehatannya dengan jalan kaki tiga sampai empat kali seminggu serta mengikuti anjuran petugas kesehatan. “Saya jaga pola makan, cek tekanan darah, asam urat, gula, dan menjaga semuanya terkendali. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan lagi,” ungkapnya.
Melalui HLUN ini, Pemkot Cimahi juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagaimana diamanatkan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 dan Perpres Nomor 88 Tahun 2021. “Merawat lansia bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab kita semua demi Indonesia yang lebih bermartabat,” pungkas Adhitia.**