Selasa, 12 Mei 2026 | 19:34 WIB

BAZNAS Jabar dan Yayasan SAPA Dorong Kemandirian 40 Mustahik Lewat Program Usaha

foto

BANDUNG, indoartnews.com — Komitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi kembali diperkuat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Barat melalui program “Mustahik to Pengusaha” yang digelar bersama Yayasan SAPA. Program ini menyasar 40 penerima manfaat atau mustahik yang diberikan pelatihan, pendampingan, serta bantuan modal usaha agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara BAZNAS Jabar dan Yayasan SAPA, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pemberdayaan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak-anak. Hingga Mei 2025, program ini telah menjangkau 733 penerima manfaat dari target 1.500 UMKM di 20 kabupaten/kota se-Jawa Barat.@ Ketua Yayasan SAPA, Sri Mulyani, menjelaskan bahwa sekitar 70 persen peserta program adalah perempuan dari kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, ibu rumah tangga tunggal, pekerja migran, dan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Tujuannya adalah agar mereka dapat mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung kepada bantuan, tetapi mampu menciptakan peluang usaha bagi diri dan lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan BAZNAS Jabar dan berharap program ini bisa diperluas ke lebih banyak wilayah di masa mendatang.

Ketua BAZNAS Kota Bandung, Ahmad Roziqin, menyampaikan bahwa pihaknya juga memiliki program serupa, yaitu PEKA (Penguatan Ekonomi Keluarga dan Anak), yang berfokus pada pemberdayaan perempuan mustahik agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Achmad Faisal, menekankan bahwa zakat memiliki fungsi strategis dalam melepaskan masyarakat dari jeratan kemiskinan struktural.@ “Zakat bukan hanya ibadah individual, tapi juga solusi kolektif. Kami ingin bantuan ini menjadi tonggak awal bagi para mustahik untuk keluar dari kesulitan ekonomi,” katanya.

Ia berpesan kepada para peserta agar dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya. “Bagikan pengalaman ini, siapa tahu hari ini Ibu Bapak penerima manfaat, tapi kelak menjadi orang yang bisa membantu mustahik lain,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Komisioner Komnas Perempuan Jawa Barat, Daden Sukendar, M.Pd., yang menyampaikan paparan mengenai peran zakat dalam mendukung pemulihan ekonomi perempuan korban kekerasan. Ia menekankan bahwa zakat memiliki potensi strategis untuk memutus siklus kekerasan berbasis gender dengan memperkuat ketahanan ekonomi penyintas.

Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki pendapatan keluarga, serta membangun ekosistem UMKM yang lebih inklusif dan berkeadilan, terutama bagi perempuan kepala keluarga.**