Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:16 WIB

Kang Isur, Sosok Jurnalis Petarung Tak Henti Mengembangkan Diri

foto

DALAM masa pandemi Covid-19 ini selalu diingatkan oleh para tenaga kesehatan (nakes) bahayanya wabah itu. Apalagi kini muncul lagi wabah baru, Delta. Tetapi jika nyawa diambil oleh PemilikNya, sesakti apa pun manusia tak berdaya. Ini cermin yang ampuh bagi siapa pun.

Demikian yang terjadi pada Kang Isur (Drs. Suryana) yang lahir 15 Mei 1966 kita wajib mendoakan "keberangkatan" almarhum menghadap Sang Pencipta. "Semoga lancar dan selamat sampai pangkuan Yang Maha Kuasa. 

Almarhum merupakan sosok yang teguh dengan keinginan dan cita-citanya dalam mengembangkan ilmu dari mulai ilmu umum hingga jurnalistik. Kang Isur selalu "ngotektak" dalam ilmu dan keahlian baik dalam teori mau pun dalam praktek. Ia jelajahi keahlian melalui media cetak, media radio, televisi dan terakhir media online. Semua kejamanan oleh Kang Isur. Kang Isur selalu punya tekad baja, tak kenal lelah dan menyerah.

Karena itu pengalaman praktek dan keilmuan bergudang-gudang dimilikinya sehingga selalu sukses. Demikian pula dengan masalah keluarga, tidak pernah lalai terutama dalam bidang keilmuan. Anak-anak dan adiknya juga tetap mesti tolabul ilmu.

Demikian pula, adik iparnya, Ase, merasa dan meyakini, Kang Isur sebagai kakak dan guru selalu memberi pengetahuan  pentingnya mengaji Al Qur'an. "Karena itu, nasihat didikan itu saya ikuti dan saya akhirnya saya sendiri hafirz mengaji".

Kang Isur menikah dengan Cucu Rohayati tahun 1992 yang dikaruniai dua puteri dan satu putra. Putri cikal kuliah di Geodesi ITB yang lulus April 2017. Puteri kedua masih kuliah di UIN Bandung dan putera ke tiga masih di SD dengan kelahiran Januari 2017.

"Selamat jalan Kang Isur, semoga kau tetap dalam lindungan Allah Subhanahu wa Taala dan keluarga yang ditinggalkan selalu dalam rohmat dan barokah Allah. Aamiin Yaa Robbal 'Alamin".**