Senin, 6 Desember 2021 | 19:07 WIB

Balita 2,5 Tahun Disiksa Pacar Ibu Hingga Luka Berat Sekujur Tubuhnya

foto

Tersangka WK, penganiaya balita usia 2,5 tahun.

MALANG, indoartnews.com ~ Seorang balita usia 2,5 tahun di Kota Jawa Timur mengalami penyiksaan dari pacar ibunya berinisial WK (25) yang sejak Agustus hingga Oktober 2021 tinggal serumah dengan ibunya berinisial C (23). Akibat penyiksaan itu sang balita luka fisik berat di sekujur tubuhnya.

Kulit balita perempuan itu melepuh disiram air panas, luka bakar bekas sulutan rokok dan bekas gigitan di kedua tangan sang bayi. 

Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengungkapkan, penyiksaan dilakukan selama tersangka WK tinggal serumah dengan ibunya dan sang bayi. Tersangka terbawa marah tanpa kontrol hingga berulang kali menganiaya korban.

"Tersangka kerap menganiaya sang bayi namun kejadian terakhir dinilai paling parah hingga dilaporkan," kata AKBP Yogi di Mapolres Batu, Rabu malam (27/10/2021).

Kapolres Batu menjelaskan, paman korban pada Sabtu (23/10) melaporkan perbuatan WK dan Satreskrim Polres Batu melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku dan diamankan bersama sejumlah barang bukti yang digunakan menyiksa korban. 

Barang bukti berupa bak plastik tempat mandi bayi, gayung yang digunakan menyiram air panas ke tubuh korban dan panci kecil yang digunakan memasak air. Ditemukan pula di sekujur tubuh korban luka bekas sulutan rokok di berbagai bagian di tubuh beserta luka gigitan di jari tangan korban. 

Menurut Kapolres, tersangka berdalih, korban rewel saat akan dimandikan hingga membuatnya emosi hingga menyiramkan air panas ke tubuh korban. Saat kejadian, ibu korban tidak berada di rumah selain memang kondisinya juga tertekan untuk melaporkan kasus itu ke Polisi. 

"Motif tersangka karena korban dianggap sebagai beban karena bukan anak biologisnya sehingga dianggap menjadi beban ekonomi bagi WK," tandas Kapolres. 

Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (2) juncto 76c UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 yang telah diubah UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. **

Editor : H. Eddy D