Kamis, 11 Juni 2026 | 13:53 WIB

Kericuhan Wediawu

Kericuhan Villa Wediawu Malang Selatan Viral, Wisatawan Surabaya Diduga Jadi Korban Penyerangan

foto

Kondisi mobil milik wisatawan yang diduga mengalami perusakan saat kericuhan di kawasan Villa Wediawu, Malang Selatan. Foto: tangkapan layar

MALANG, indoartnews.com - Kericuhan di kawasan Villa Wediawu, Malang Selatan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa itu disebut melibatkan rombongan wisatawan asal Surabaya yang sedang menginap di sekitar kawasan Pantai Wediawu.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar, insiden tersebut diduga terjadi pada Selasa, 5 Mei 2026 dini hari. Sejumlah orang disebut mendatangi area vila hingga berujung kericuhan dan dugaan perusakan kendaraan milik rombongan wisatawan.

Peristiwa ini ramai dibicarakan warganet karena terjadi di kawasan wisata yang selama ini dikenal memiliki panorama alam indah di wilayah Malang Selatan. Banyak pengguna media sosial menyoroti aspek keamanan wisatawan saat menginap di area tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan wisatawan itu disebut berasal dari Surabaya dan tengah menggelar kegiatan gathering. Situasi kemudian memanas setelah muncul dugaan kesalahpahaman yang memicu kedatangan sekelompok orang ke lokasi.

Sejumlah video memperlihatkan kondisi kendaraan yang diduga mengalami kerusakan. Narasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan pengeroyokan terhadap wisatawan, meski detail resmi mengenai jumlah korban dan penyebab pasti insiden masih perlu menunggu keterangan aparat berwenang.

Kasus ini kemudian memicu respons luas dari publik. Warganet meminta aparat kepolisian turun tangan mengusut peristiwa tersebut agar tidak menimbulkan kekhawatiran bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan pantai di Malang Selatan.

Insiden di Wediawu juga menjadi catatan penting pengelola kawasan wisata, terutama pada lokasi penginapan, vila, dan area gathering yang kerap menjadi tujuan rombongan dari luar daerah.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih menjadi perbincangan di media sosial. Publik berharap persoalan ini dapat ditangani secara transparan, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar kawasan wisata tetap aman, nyaman, dan ramah bagi pengunjung. **