Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:10 WIB

IDoKPI

Dosen USB YPKP Bandung Tatang Sudrajat Terpilih Jadi Ketua Umum IDoKPI Nasional

foto

Deklarasi pembentukan Ikatan Dosen Kebijakan Publik Indonesia (IDoKPI) digelar di Politeknik STIA LAN Bandung bersamaan dengan seminar nasional dan kongres dosen kebijakan publik se Indonesia.

BANDUNG, indoartnews.com - Dunia akademik kebijakan publik di Indonesia memasuki babak baru setelah Ikatan Dosen Kebijakan Publik Indonesia (IDoKPI) resmi dideklarasikan di Politeknik STIA LAN Bandung, Sabtu (9/5/2026). Dalam forum nasional tersebut, dosen Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Dr. Tatang Sudrajat, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IDoKPI periode 2026-2030.

Deklarasi organisasi nasional itu diikuti dosen kebijakan publik dari 114 perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan berlangsung bersamaan dengan seminar nasional dan kongres yang digelar secara luring maupun daring.

Sebanyak 195 peserta dari total 252 anggota IDoKPI hadir dalam forum tersebut. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, mulai dari Papua hingga Aceh.

Di antara peserta tampak sejumlah profesor, rektor, wakil rektor, dekan, direktur, hingga ketua program studi dari berbagai kampus lintas kementerian dan lembaga.

Tatang Sudrajat mengatakan pembentukan IDoKPI dilatarbelakangi kebutuhan akan peran aktif dosen kebijakan publik dalam merespons berbagai persoalan masyarakat dan dinamika pembangunan nasional.

Menurutnya, dosen kebijakan publik tidak cukup hanya berada di ruang akademik, tetapi juga harus mampu memberi kontribusi nyata melalui kajian, rekomendasi, dan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.

“Dengan lahirnya IDoKPI, dosen kebijakan publik dituntut lebih aktif dan kritis terhadap berbagai isu nasional maupun daerah yang berkaitan dengan kepentingan publik,” ujar Tatang.

Ia menambahkan, organisasi tersebut dibangun sebagai wadah profesional, akademik, dan keilmuan yang terbuka bagi dosen dari berbagai area kebijakan publik, mulai dari pendidikan, lingkungan hidup, investasi, kesehatan, kemaritiman, hingga kepariwisataan.

Forum ilmiah tersebut turut menghadirkan dua keynote speaker, yakni Prof. Dr. Budiman Rusli dari Universitas Padjadjaran dan Prof. Dr. Nuryanti Mustari dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Selain itu, sejumlah pakar kebijakan publik dari berbagai daerah di Indonesia juga tampil sebagai narasumber untuk membahas dinamika kebijakan publik dalam perspektif akademik maupun pembangunan nasional.

Direktur Politeknik STIA LAN Bandung, Dr. Muhammad Nur Afandi, menyambut positif terbentuknya IDoKPI. Menurutnya, organisasi tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi kebijakan publik bagi kemajuan bangsa dan negara.

Sementara itu, berbagai peserta seminar berharap IDoKPI dapat menjadi ruang kolaborasi antardosen kebijakan publik di Indonesia sekaligus melahirkan rekomendasi kebijakan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Dalam sesi kongres, peserta juga membahas Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, hingga garis besar program kerja organisasi untuk empat tahun ke depan.

Acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh sejumlah dekan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.**