
Siswa SMP PGII 2 Bandung mengikuti latihan basket di lapangan sekolah sebagai bagian dari pembinaan ekstrakurikuler, Sabtu 2 Mei 2026.
BANDUNG, indoartnews.com – Kegiatan basket di SMP PGII 2 Bandung tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Melalui latihan rutin, siswa didorong untuk mengembangkan adab, disiplin, serta mental bertanding sejak dini.
Kegiatan ekstrakurikuler basket di sekolah yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Kota Bandung ini menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup diminati. Sekolah pun berupaya memfasilitasi minat dan bakat siswa melalui program pembinaan yang terarah.
Guru SBK sekaligus wali kelas di SMP PGII 2 Bandung, R. Temmy D. Sakti Alam, menyebut basket menjadi salah satu kegiatan yang banyak diminati siswa.
“Alhamdulillah basket itu salah satu cabang olahraga yang memang diminati oleh banyak anak di SMP PGII 2 Bandung. Kita juga punya program prestasi yang difasilitasi untuk olahraga, salah satunya basket,” ujar Temmy saat ditemui di SMP PGII 2 Bandung, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, sekolah tidak hanya menyediakan sarana latihan, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas basket di Kota Bandung. Bahkan, sebagian siswa mengikuti klub di luar sekolah untuk menambah pengalaman bertanding.
Pembinaan Dimulai dari Adab dan Disiplin
Dalam pembinaan, Temmy menekankan bahwa sikap menjadi hal utama sebelum kemampuan teknik.
“Yang paling ditekankan pertama attitude. Bagaimana anak-anak dilatih mentalnya, kemudian teknik dasar, teknik lanjutan, dan juga disiplin waktu latihan,” tuturnya.
Temmy juga menilai, latihan basket juga membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat dan disiplin, termasuk membiasakan diri bangun pagi serta mengatur waktu.
Temmy D. Sakti Alam, Eliyani dan pelatih basket Erwin Bani Adam di sela kegiatan ekstrakurikuler basket SMP PGII 2 Bandung.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Banyak siswa yang mengikuti basket tanpa dasar kemampuan sebelumnya sehingga pembinaan harus dimulai dari nol.
“Tantangannya memang kita latih dari nol. Tapi anak-anak luar biasa, mereka tetap semangat dan terus berkembang,” ucap Temmy.
Sementara itu, guru olahraga SMP PGII 2 Bandung, Eliyani Mastuti Wulandari, menilai basket memiliki manfaat besar bagi siswa usia remaja.
“Manfaatnya sangat baik untuk pertumbuhan. Usia SMP itu kan masa perkembangan, jadi olahraga seperti basket bagus untuk pertumbuhan tulang dan tubuh,” kata Eliani.
Ia berharap siswa dapat terus berlatih dengan lebih rajin dan mampu meraih prestasi ke depan.
Latihan Konsisten Jadi Kunci Prestasi
Di sisi lain, pelatih basket SMP PGII 2 Bandung, Erwin Bani Adam, menilai perkembangan kemampuan siswa menunjukkan kemajuan yang cukup baik. Ia telah melatih ekstrakurikuler basket di sekolah tersebut selama lebih dari 10 tahun.
“Alhamdulillah progres anak-anak terlihat, terutama kelas 7. Karena mereka masih transisi dari SD ke SMP, jadi memang butuh usaha lebih di awal,” ujar Erwin.
Menurut Erwin, pembinaan basket tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain, tetapi juga pembentukan karakter.

“Saya ngajar basket bukan melulu soal basket. Adab itu nomor satu. Baru setelah itu mentalitas dan teknik berjalan bersama,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental, termasuk kemampuan menerima kekalahan saat bertanding.
“Anak-anak harus siap kalau suatu saat bertemu lawan yang lebih kuat. Jadi mental dan kemampuan bermain itu harus seimbang,” katanya.
Dalam hal kompetisi, tim basket SMP PGII 2 Bandung rutin mengikuti turnamen antarsekolah, termasuk tingkat Jawa Barat. Meski belum meraih gelar juara secara tim, capaian hingga semifinal dinilai sebagai progres yang baik.
“Tim putra pernah tembus semifinal tingkat Jawa Barat. Itu sudah perkembangan yang cukup baik,” ujar Erwin.
Selain di sekolah, sejumlah siswa juga aktif mengikuti klub basket di luar. Dari jalur tersebut, beberapa siswa bahkan mampu meraih prestasi di tingkat individu.
Erwin berharap siswa tetap konsisten menjalani latihan sebagai kunci utama perkembangan.
“Harapan saya sederhana, anak-anak tetap konsisten latihan. Karena dari latihan kita bisa lihat perkembangan dan mental mereka,” ucapnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan saat latihan akan tercermin saat bertanding. Karena itu, ia ingin siswa tetap serius dan menjadikan latihan sebagai fondasi utama sebelum meraih prestasi.
“Kalaupun juara, itu akan mengikuti. Yang penting latihan tetap jadi nomor satu,” pungkasnya.**