Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:04 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Perda Ekonomi Kreatif, Membuka Peluang Usaha Mikro di Kabupaten Tasikmalaya

foto

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil XV (Kabupaten/Kota Tasikmalaya), Rita Sari Puspita saat menggelar kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 15 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif di Bale Panghegar, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (5/5/2024).

KABUPATEN TASIKMALAYA ~ Potensi usaha mikro di Kabupaten Tasikmalaya memiliki peluang besar untuk berkembang jika ada komitmen yang kuat dari semua pihak. Salah satu kunci utama untuk meningkatkan perekonomian adalah dengan mengubah bahan yang tidak bernilai ekonomi menjadi bernilai ekonomi tinggi.

Pemikiran ini diajukan dalam kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rita Sari Puspita, yang membahas Perda No. 15 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif, di Bale Panghegar, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (5/5/2024). .

Rita menyoroti bahwa sektor pertanian masih belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Contohnya, di Kabupaten Tasikmalaya, meskipun menjadi sentra penghasil buah manggis, namun pemanfaatannya masih terbatas pada hasil buahnya saja.

Ia menekankan pentingnya mengedukasi masyarakat untuk mengolah buah manggis menjadi produk olahan yang lebih bernilai ekonomi.

Selain itu, Rita juga menggarisbawahi potensi sektor lain seperti pengolahan kayu di kawasan wisata Kampung Naga. Dengan metode yang tepat, sisa kayu dari proses pengolahan dapat dijadikan media tanam jamur merang, menambah nilai ekonomi dari hasil sampingan tersebut.

Rita juga memotivasi kalangan milenial untuk berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian, termasuk menjadi petani milenial dengan kreativitas tinggi dalam pengelolaan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan potensi kriminalitas di kalangan milenial.

"Diperlukan pendampingan dan kreativitas tinggi dalam pengelolaan untuk menekan angka pengangguran dan potensi kriminalitas di kalangan milenial," pungkas Rita.**