Kamis, 14 Mei 2026 | 23:55 WIB

Pengawasan Distribusi Pangan

DPRD Kota Bandung Dorong Pengawasan Distribusi Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

foto

Komisi II DPRD Kota Bandung memantau harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Kosambi dan Pasar modern Yogya Sunda, Selasa, 17 Maret 2026. (Satria/Humpro DPRD Kota Bandung)

BANDUNG, indoartnews.com – DPRD Kota Bandung mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk memperketat pengawasan distribusi pangan, baik di pasar tradisional maupun ritel modern, guna menjaga stabilitas harga serta memastikan pemerataan akses bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung, Hj. Siti Marfuah, S.S., S.Pd., M.Pd, usai melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kosambi dan Pasar modern Yogya Sunda, Selasa, 17 Maret 2026.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Indri Rindani dan Eko Kurnianto W., S.T., M.Pmat., serta Wali Kota Bandung, M. Farhan.

Dalam hasil pemantauan tersebut, harga pangan secara umum masih relatif stabil. Namun demikian, terdapat indikasi penurunan daya beli masyarakat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Siti Marfuah juga menyoroti potensi terjadinya aksi borong atau panic buying yang dapat dipicu oleh isu global, termasuk dampak konflik internasional.

“Hal ini tentu menjadi perhatian kami di DPRD untuk disampaikan kepada Wali Kota. Jangan sampai terjadi panic buying. Pemerintah Kota harus memastikan kondisi tersebut tidak terjadi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya transparansi data dari pengelola pasar guna mencegah praktik penimbunan barang, baik karena faktor kepanikan maupun kepentingan tertentu.

Pengawasan distribusi pangan yang ketat dinilai sangat diperlukan agar ketersediaan barang tetap merata dan masyarakat tidak dirugikan.

DPRD juga mendorong agar pengelola pasar, baik tradisional maupun modern, rutin memperbarui serta melaporkan aktivitas pembelian dalam skala besar sebagai langkah antisipasi.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung diharapkan dapat segera melakukan sinkronisasi data ketersediaan dan distribusi pangan, serta menyiapkan operasi pasar apabila diperlukan.

Edukasi kepada masyarakat terkait pola konsumsi yang bijak dan rasional juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas psikologis pasar serta mencegah kepanikan.

“Kami berharap Pemerintah Kota Bandung dapat lebih responsif dalam mengambil langkah-langkah strategis guna meningkatkan daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi,” ucapnya.**