Selasa, 26 Mei 2020 | 03:00 WIB

Nyoba Suara Vol.6 Kopi Kelenteng Sajikan Pemusik-pemusik Beken

foto

Elly Susanto

BANDUNG,- indoartnews.com - Kopi Kelenteng yang mudah dikenal karena berada di jantung Kota Bandung, membikin decak kagum karena telah menyajikan kopi hangat "nyuruput" dan hidangan lainnya yang juga hangat saat udara dingin Sabtu malam lalu (15/6) dengan menyajikan pemusik-pemusik handal dan beken.

Kedai Kopi Kelenteng yang sudah beroperasi sejak 2016 dan telah banyak dinikmati pelanggannya, menurut pemilik kedai itu, Sylvie Purnamasidhi, berada di antara bangunan-bangunan sejarah yang tersisa dari pengaruh budaya Tiong Hoa yang masih tetap bertahan hingga saat sekarang. 

Namun, katanya, tidak menghalangi penikmat Kopi Kelenteng untuk "nyuruput" kopi hangat yang nikmat disertai hidangan lainnya dalam suasana dinginnya malam seperti Sabtu malam lalu (15/6-2019) pada acara "Nyoba Suara" Vol. 6.

Volume 6 ini berisi talent Astagina, yang langsung memukau para penikmat kopi dan seni pada malam yang sejuk di pentas seni outdoor. "Asa enakeun eta lagu baheula dilantunkan Cici", celetuk seorang penikmat kopi tentang suara Cici yang nama aslinya Srikandi Herbatari.

Bintang yang tampil, kata Silvie, Astagina, Bagas Zaki (Bandung) berkolaborasi dengan Rockligion terdiri dari Rudy Zulkarnaen, Kris Takarbessy (suami Silvie) dan Teguh. 

Astagina diiringi gitaris Dzulfikar Al Anbiya alias Dzul. Norolang, satu per satu folk bernuansa kelindan kontemporer tradisional mengalunkan "Merpati Putih, Cublek-cublek Suweng, Mande-mande, Juwita Malam, Biru dan Seraya".

Apalagi para pengunjung Kopi Kelenteng menikmati kopi suruput dan bahkan ada Kopi O (tanpa gula) yang jika disuruput akan keluar ucapan "Pahit Jenderaal" apalagi jika pengunjung juga menikmati nasi goreng cikur kondisi badan pun tambah segar.

Usai menikmati lantunan suara Cici suasan pun mengikuti suasana malam yang kian sejuk, kata Silvie, babak pun berganti menjadi babak Jamming Season yang kian marak dan saat itu muncul Ijay, Galih Sedayu, Iwan Godik, John Katella dan jurnalis Banu.

Rentetan cerita pun kian marak dengan berbagai argumen namun pada umumnya bernuansa kehebatan para penyanyi dan pemusik handal sambil nyeruput kopi dan hidangan lainnya hingga kedinginan berubah menjadi kehangatan, keriangan dan kepuasan di Kopi Kelenteng.**