Selasa, 11 Agustus 2020 | 23:21 WIB

10 Bupati/Walikota Terima Anugrah dari PWI Pusat pada Saat HPN

foto

Administrator

Catatan H. Eddy Djunaedi, Anggota PWI seumur hidup

SUDAH 56 tahun menjadi kuli tinta ternyata perkembangan kecepatan untuk mengirim berita sangat jauh berbeda. Saat itu basinya berita dalam praktek mau pun dari mata kuliah jurnalistik di Fakultas Publisistik Unpad, sehari.

Perkembangan selanjutnya saat teknologi berkembang basinya berita menjadi satu jam. Jadi jika datangnya berita ke kantor koran melalui kantor berita atau dari wartawannya sudah lewat waktu satu jam tidak dipakai lagi. Kecuali hasil wawancara khusus dari wartawan kantor koran tersebut, tetap bisa dinaikkan.

Pada perkembangan teknologi digital saat ini batas basi dalam hitungan satu atau dua detik saja. Detik ini ada kejadian di belahan bumi lain sudah diketahui super-super cepat sekilat petir. Dunia pun kian sempit. Sempit sekali.

Perkembangan tulis menulis berita pun sangat bebas. Freedom of the press. Hukum pers yang diajarkan di Fakultas pun sudah tidak sesuai lagi. Tergilas. Harus baru lagi. Buku lama sebagai referensi saja. Titik.

Demikian pula dalam perkembangan pekerja jurnalistik cetak juga tertinggal. Media cetak tersingkir dengan kemunculan hand phone dan online. Media cetak berguguran. Ini akibat masyarakat pembaca sudah mampu membaca di geogle atau facebook. Persatuan Wartawan Indonesia juga mendapat saingan dari wartawan online Assosiasi Jurnalis Indonesia (AJI). 

Namun kedua lembaga ini tidak pernah pasea. Selalu damai. Masing-masing memiliki peran yang konsisten. Sampai pada usia sekarang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tetap eksis yang setia dengan profesinya demi memberi informasi terkini bagi masyarakat.

Kesetiaan ini terus bergulir. Hari Pers Nasional (HPN) selalu diperingati oleh insan-insan pers yang setia terhadap profesinya mencerdaskan bangsa. Info-info sejagat bisa diketahui seketika. 

Kesetiaan ini diwujudkan dalam HPN dengan penganugerahan kebudayaan kepada 10 Bupati/Walikota yang telah menyerahkan proposal dan akan diuji di bawah tim juri yang terdiri Ketua Umum merangkap anggota Nungki Kusumastuti artis yang juga Dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Ninok Lukman, Agus Darmawsn T, Atal S. Depari (Ketua Umum PWI Pusat, dan Yusuf Susilo Hartono, di Jakarta pada 8-9 Januari 2020.

Yusuf Susilo Hartono menjelaskan, acara ini digelar atas kerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Mereka dipilih dari 18 Bupati dan 11 Walikota dari 18 Provinsi yang telah mengirim proposal ke PWI Pusat dan berdasarkan proposal itu pula mereka akan mempresentasikannya di Jakarta pada 8-9 Januari 2020.

Proposal mereka yang dipresentasikan di depan tim juri akan diuji sebagai babak akhir sebelum menerima penghargaan pada acara puncak Hari Pers Nasional di Banjarmasin Februari 2020.

Ke 10 Walikota/Bupati yang akan menerima penghargaan itu, Walikota Tangerang Selatan, Walikota Banjarmasin, Walikota Ambon, Walikota Baubau, Bupati Tubaba (Provinsi Lampung), Bupati Halmahera Barat, Bupati Serdang Badagai, Bupati Luwu Utara, Bupati Gunung Kidul dan Bupati Tabalong. **