Selasa, 23 Juli 2024 | 01:21 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

KPPU Selidiki Dugaan Praktik Monopoli Shopee dalam Layanan Jasa Pengiriman

foto

JAKARTA, indortnews.com ~ Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar sidang majelis pemeriksaan pendahuluan atas Perkara Nomor 04/KPPU-I/2024 yang menyangkut dugaan pelanggaran Pasal 19 huruf d dan Pasal 25 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait layanan jasa pengiriman (kurir) di platform Shopee. Sidang perdana ini berlangsung pada 28 Mei 2024 di Kantor Pusat KPPU.

Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua KPPU, Aru Armando, sebagai Ketua Majelis Komisi, didampingi Anggota KPPU Gopprera Panggabean dan Budi Joyo Santoso sebagai anggota majelis. Agenda utama sidang adalah pemaparan Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) oleh investigator KPPU dan pemeriksaan kelengkapan serta kesesuaian alat bukti berupa surat dan dokumen pendukung.

Perkara ini diinisiasi oleh KPPU dan melibatkan dua terlapor, yaitu PT Shopee International Indonesia (Terlapor I) dan PT Nusantara Ekspres Kilat (Terlapor II). Kuasa hukum dari kedua terlapor hadir dalam sidang perdana ini.

Dalam LDP, investigator mengatakan, pasar terkait dalam perkara ini adalah jasa penyedia perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau penyedia platform marketplace di seluruh Indonesia. Beberapa pelaku usaha di pasar ini termasuk Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan Blibli.

Selama kuartal pertama 2020 hingga kuartal kedua 2022, traffic monthly web visit Shopee dan Tokopedia mengalami peningkatan signifikan, sementara platform lainnya mengalami penurunan. Berdasarkan indikator ini, Tokopedia dan Shopee secara kolektif menguasai lebih dari 60% pasar marketplace di Indonesia sejak kuartal pertama 2020, bahkan lebih dari 75% pada kuartal kedua 2022.

Investigator menilai Shopee memiliki posisi dominan di marketplace. Hasil survei konsumen menunjukkan bahwa 69,33% dari hampir seribu responden memilih Shopee sebagai top of mind atau pilihan utama untuk marketplace.

Meskipun pangsa pasar Shopee berdasarkan traffic monthly web visit tidak mencapai lebih dari 50%, Shopee memiliki kemampuan keuangan yang lebih besar karena net revenue yang tertinggi pada tahun 2022 dibandingkan pesaing terdekatnya.

Dalam LDP, KPPU memaparkan beberapa temuan yang mengarah pada dugaan pelanggaran Pasal 19 huruf d dan Pasal 25 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, antara lain:

Sistem algoritma Shopee yang diduga diskriminatif dalam memprioritaskan Terlapor II dalam pengiriman paket kepada konsumen.

Perilaku diskriminatif dalam pemilihan perusahaan jasa pengiriman, dengan otomatisasi aktivasi massal J&T dan Shopee Express di dashboard Seller, meskipun ada perusahaan lain dengan performa pelayanan yang baik.

Penerapan standar pemilihan perusahaan jasa pengiriman yang menghilangkan opsi pemilihan kurir dan ongkos kirim.

Pengangkatan Handika Wiguna Jahja sebagai Direktur PT Shopee International Indonesia dan Direktur PT Nusantara Ekspres Kilat (SPX) yang dapat mempengaruhi kebijakan dan perilaku kedua perusahaan.

Investigator menduga bahwa temuan tersebut menimbulkan dampak persaingan yang merugikan konsumen langsung (direct harm to consumer) dan praktik eksklusi dengan mengutamakan Shopee Express dalam persaingan jasa pengiriman di marketplace Shopee.

Setelah mendengarkan pemaparan LDP dan memeriksa kelengkapan serta kesesuaian alat bukti, Majelis Komisi akan melanjutkan sidang berikutnya dengan agenda penyampaian tanggapan terlapor terhadap LDP pada 11 Juni 2024 di Kantor KPPU Jakarta. Pemeriksaan pendahuluan ini berlangsung selama 30 hari kerja sejak 28 Mei 2024 dan berakhir pada 10 Juli 2024.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal sidang, dapat diakses melalui tautan https://kppu.go.id/jadwal-sidang/.