Sabtu, 15 Juni 2024 | 11:08 WIB
Slot Gacor Slot88 Slot Online https://wbcampa.org

Duka Mendalam PWI Pusat: 36 Wartawan dan Pekerja Media Telah Tewas Sejak Serangan Israel ke Gaza

foto

Gambar : Tangkapan layar

JAKARTA, indoartnews.com ~ Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Pusat (PWI Pusat) menyampaikan pernyataan keprihatinan dan duka yang mendalam terkait memburuknya situasi konflik di Gaza seiring dengan bertambahnya wartawan dan staf media yang tewas.

Berdasarkan laporan dari Committee to Protect Journalist hingga 3 November 2023 lalu, setidaknya sudah 36 wartawan dan pekerja media yang tewas sejak serangan Israel ke Gaza. 

Kematian wartawan dan pekerja media yang bertugas untuk menyampaikan laporan atas pembantaian warga sipil oleh tentara Israel merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima akal sehat karena bertentangan dengan prinsip dan spirit humanisme universal.

Wartawan dan pekerja media sejatinya adalah salah satu entitas yang wajib dilindungi sebagai mana tercantum dalam hukum Humaniter Internasional - wartawan yang bertugas di daerah konflik bersenjata dianggap sebagai warga sipil dan harus dilindungi dari serangan militer di daerah konflik.

Persatuan Wartawan Indonesia, organisasi profesi jurnalis yang tertua dan terbesar di Indonesia, meminta para pihak yang terlibat dalam pertempuran di Gaza agar menahan diri dan harus melindungi wartawan yang meliput konflik di Gaza karena memiliki tugas mulia dalam menyampaikan kebenaran.

Persatuan Wartawan Indonesia meminta pimpinan media dan wartawan yang bertugas meliput konflik bersenjata di Gaza untuk membuat persiapan yang matang dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk meminimalisir risiko agar tidak ada lagi korban jiwa dikalangan wartawan dan staf media yang berjatuhan.

Berdasarkan laporan dari Committee to Protect Journalist per 3 November 2023, setidaknya 36 wartawan dan pekerja media telah tewas sejak serangan Israel ke Gaza.

Kematian wartawan dan pekerja media yang sedang melaporkan pembantaian warga sipil oleh tentara Israel merupakan tragedi kemanusiaan yang tak dapat diterima. Hal ini melanggar prinsip dan semangat humanisme universal. Menurut hukum Humaniter Internasional, wartawan di daerah konflik bersenjata dianggap sebagai warga sipil dan wajib dilindungi dari serangan militer.

Persatuan Wartawan Indonesia, sebagai organisasi profesi jurnalis terbesar dan tertua di Indonesia, mengajak semua pihak yang terlibat dalam pertempuran di Gaza untuk menahan diri dan melindungi wartawan yang sedang meliput konflik. Mereka memiliki tugas mulia dalam menyampaikan kebenaran.

Kami meminta pimpinan media dan wartawan yang meliput konflik bersenjata di Gaza untuk membuat persiapan matang dan mempertimbangkan langkah-langkah untuk meminimalkan risiko, sehingga tidak ada lagi korban jiwa di kalangan wartawan dan staf media. 

Persatuan Wartawan Indonesia menyatakan ikut berduka yang mendalam dan berempati kepada keluarga wartawan dan staf media yang menjadi korban tragedi di Gaza. Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada keluarga korban dalam menghadapi cobaan ini.**