Selasa, 9 Agustus 2022 | 01:51 WIB

UGM Jatuhkan Sanksi Etik Kepada Guru Besar Karna Wijaya dalam Kasus Ujaran Kebencian

foto

Gedung Universitas Gajah Mada (Foto : Istimewa)

BANDUNG, indoartnews.com ~ Salah satu guru besar kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Karna Wijaya, dijatuhkan sanksi etik terkait penyebaran ujaran kebencian di media sosial dalam kasus pengeroyokan Ade Armando.

Diketahui pada 18 April 2022, akun media sosial Facebook Karna Wijaya dilaporkan oleh politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli ke Polda Metro Jaya atas dugaan pengancaman dan hasutan secara daring.

Guntur Romli mengatakan bahwa akun tersebut memuat foto dirinya, istrinya, dan sejumlah pegiat media sosial, seperti Eko Kuntadhi, Deny Siregar, hingga Ade Armando, dengan narasi ‘satu per satu dicicil massa’.

Akun media sosial tersebut juga menuliskan komentar dengan kata-kata “disembelih” dan “dibedil”. Komentar tersebut dinilai sebagai sebuah ancaman serius sehingga perlu dilaporkan ke pihak berwajib. Selain itu, akun tersebut juga mengunggah foto Ade Armando yang disilang.

“Yang isinya satu per satu dicicil massa dan di situ ada foto Ade Armando yang disilang. Jadi artinya, kalau saya pahami, ini kan kayak target mau dihakimi seperti Ade Armando selanjutnya,” tutur Guntur Romli.

UGM menjatuhi hukuman kepada Karna Wijaya berdasarkan sanksi yang tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Gadjah Mada Nomor 1843/UN 1.P/KPT/DSDM/2022, yang ditandatangani Rektor UGM Ova Emilia pada 19 Juli 2022.

“Sanksi etik dalam Keputusan Rektor ini telah mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Kehormatan Universitas (Gadjah Mada) melalui Keputusan Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada Nomor 1 Tahun 2022 pada tanggal 17 Juni 2022,” kata Ova Emilia pada keterangan tertulis di Yogyakarta, Rabu.

Ova menjelaskan sanksi etik itu mewajibkan Karna Wijaya menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui media massa arus utama nasional, paling lambat 14 hari sejak Keputusan Rektor di atas berlaku. Dikutip dari Antara pada Rabu (03/08/2022).

Ova meminta Karna Wijaya untuk tidak mengulangi lagi hal tersebut. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM itu juga tidak mendapatkan hibah penelitian yang diberikan UGM dan/atau FMIPA selama dua semester.

“Yang bersangkutan juga akan mengikuti program pembinaan pegawai yang dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM. Jika nanti terbukti tidak melaksanakan sanksi etik sebagaimana tersebut, maka akan dijatuhi sanksi yang lebih berat,” tegasnya.

Dewan Kehormatan UGM merekomendasikan hukuman disiplin tingkat sedang kepada Karna Wijaya, sehingga Ova Emilia memutuskan pemeriksaan disiplin yang bersangkutan ditangani tim pemeriksa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Proses pengusulan dan pendampingan pemeriksaan disiplin tersebut akan difasilitasi oleh UGM dalam hal ini Direktorat SDM,” tambahnya.**