Selasa, 9 Agustus 2022 | 03:19 WIB

Presiden Jokowi Menghimbau : RS Daerah dan Swasta Gunakan Alat Kesehatan Dalam Negeri

foto

Direktur Aproksi, Fazhra Fawwaz Al Firman

JAKARTA, indoartnews.com ~ Direktur Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia (Aproksi) Fazhra Fawwaz Al Firman mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang mendorong agar Rumah Sakit (RS) Daerah mau pun swasta menggunakan alat kesehatan dalam negeri. 

Himbauan Presiden, kata Direktur Aproksi, memberi dampak positif bagi pengusaha alat kesehatan. Ini merupakan langkah positif agar Indonesia terus berkiprah terutama untuk meningkatkan alat kesehatan produk dalam negeri. 

Ia mengatakan, dengan memprioritaskan produk alat kesehatan dalam negeri diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi yang melanda dunia, termasuk Indonesia. 

Menurut Fazhra, di Asproksi sendiri sudah memiliki banyak produk alat kesehatan yang diproduksi secara massal dan berstandar internasional yang tidak kalah kualitasnya dengan produk impor.

Lanjut Fazhra, saat ini selain alat kesehatan, Asproksi tengah melebarkan sayapnya untuk mempersiapkan diri  dalam memenuhi pengadaan obat-obatan ke seluruh Rumah Sakit, Puskesmas dan Faskes lainnya.

“Asproksi memberikan wujud nyata dalam menjalankan programnya, utamanya yaitu pengadaan alat kesehatan guna mendukung pemerintah dalam rangka memulihkan perekonomian nasional akibat terdampak Covid-19,” jelasnya. 

Fazhra Fawwaz Al Firman menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan yang baik dan berkualitas di berbagai daerah yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

Asproksi pun siap memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh daerah di Indonesia terutama instansi terkait dan masyarakat pada umumnya akan alat kesehatan yang baik dan berkualitas.

Sebagai upaya konsolidasi karena selain memenuhi kebutuhan alat kesehatan, pihaknya juga menyiapkan beberapa program lainnya, seperti jasa pembuatan izin alat kesehatan, pembuatan klinik kesehatan dan juga pengembangan bisnis di bidang herbal.

Kendati demikian, Asproksi juga mengharapkan adanya kemudahan regulasi perizinan terkait pemasaran alat kesehatan Dalam Negeri sehingga dapat membangkitkan perekonomian nasional di tengah membanjirnya produk Alkes impor. 

“Seperti ketika masuk di OSS, saat masuk ke laman berikutnya terkadang mengalami kesulitan, Untuk itu kami berharap kedepannya agar ada perbaikan sistem sehingga dapat mempermudah proses input data,” tandasnya.  

Sementara, praktisi ekonomi dan pengamat kesehatan Dr. Ilyas Indra mendukung penuh program pemerintah dalam rangka ketersediaan produk alat kesehatan produk dalam negeri.

Hal itu dikatakan Ilyas seiring dengan perkembangan pembangunan Rumah Sakit (RS), baik itu milik pemerintah maupun swasta. Dengan peningkatan jumlah RS sudah barang tentu kebutuhan alat kesehatan akan meningkat.

“Imbauan Presiden agar pihak rumah sakit lebih mengutamakan produk dalam negeri sudah tepat. Hal ini salah satunya dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di tengah wabah pandemi yang melanda sejumlah negara,” kata Ilyas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) ini juga berharap agar pelaku usaha terus meningkatkan kualitas produksi alat kesehatan produk lokal agar tidak kalah saing dengan produk impor.

“Sebab untuk memproduksi alat kesehatan tentu dibutuhkan sebuah teknologi yang tinggi yang selama ini lebih banyak dikuasai oleh alat kesehatan produsen asing. namun kami yakin bahwa produk dalam negeri tidak kalah saing dengan alkes produk impor,” jelasnya. 

Ilyas berharap agar pemerintah berperan aktif dalam menjembatani industri alat kesehatan produk impor untuk berkolaborasi dengan industri dalam negeri guna memproduksi dan mengembangkan alat kesehatan di Indonesia.

Pemerintah dapat mendorong penggunaan wajib alat kesehatan nasional seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Korea, Cina dan India.

“KNPI juga siap bersinergi dengan stakeholder guna mendukung pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Terutama dalam proses ketersediaan alat kesehatan dalam negeri,” pungkasnya.**